PANGALENGAN, TandaGlobalNews — Pasirmalang merupakan salah satu kawasan perkebunan teh tua di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sejarahnya berkaitan dengan perkembangan perkebunan swasta pada masa kolonial Belanda dan kemudian perjalanan panjang perusahaan perkebunan negara di Jawa Barat.
Setelah Agrarische Wet 1870 membuka peluang lebih besar bagi modal swasta, kawasan Pangalengan mulai dipenuhi perkebunan yang mengusahakan komoditas dataran tinggi. Sejarah resmi Desa Pangalengan menyebut Pasirmalang sebagai salah satu perkebunan yang muncul dalam periode tersebut, bersama Malabar, Kertamanah dan Cinyiruan.
Dalam data akademik mengenai unit perkebunan PTPN, Unit Pasirmalang berada di bawah Kebun Malabar. Lokasinya berada di Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data penelitian mencatat unit ini telah berdiri sejak 1889 dan memiliki areal yang cukup luas.
Pasirmalang berkembang menjadi kawasan perkebunan teh dataran tinggi. Profil perkebunan mencatat elevasi sekitar 1.420–1.665 meter di atas permukaan laut, dengan areal Kertagiri dan Riunggunung yang secara keseluruhan mencapai hampir 1.000 hektare dalam data profil PTPN.
Kondisi alam tersebut mendukung produksi tanaman teh. Pucuk teh yang dipetik dari areal perkebunan kemudian dibawa ke fasilitas pengolahan untuk diproses menjadi teh hitam.
Pabrik Pasirmalang dikenal menggunakan metode Orthodox. Dalam sistem ini, pucuk teh melalui tahap pelayuan, penggulungan, oksidasi, pengeringan, sortasi dan pengemasan sebelum menjadi produk teh siap dipasarkan.
Pasirmalang juga menjadi bagian dari perjalanan nasionalisasi perusahaan perkebunan setelah Indonesia merdeka. Perusahaan perkebunan swasta asing di Jawa Barat diambil alih dan kemudian dikelola melalui berbagai bentuk perusahaan negara sebelum akhirnya masuk ke struktur PTPN.
Dalam struktur PTPN VIII, Pasirmalang menjadi bagian dari jaringan perkebunan teh Pangalengan. Katalog PTPN mencatat Pasirmalang sebagai salah satu pabrik teh Orthodox bersama Kertamanah, Malabar, Purbawindu, Santosa, Taloon dan Sedep.
Dokumentasi kegiatan akademik mengenai Pasirmalang juga menunjukkan bahwa kebun dan pabriknya tetap berproduksi. Penelitian mengenai produksi teh basah di unit tersebut mencatat data produksi hingga 2023, memperlihatkan bahwa Pasirmalang tetap menjadi unit produksi teh yang aktif.
Dalam restrukturisasi terbaru perusahaan perkebunan negara, unit-unit teh di Pangalengan kemudian masuk ke dalam PTPN I Regional 2. PTPN I Regional 2 pada 2025 menyatakan kawasan perkebunan teh selatan Bandung kembali menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis teh perusahaan.
Sejarah Pasirmalang menunjukkan kesinambungan yang panjang. Perkebunan yang tumbuh pada masa ekspansi modal kolonial kemudian melewati nasionalisasi dan reorganisasi perusahaan perkebunan negara hingga masuk ke struktur holding modern.
Meskipun tidak semua dokumen publik memberikan tanggal pembangunan gedung pabrik secara terpisah dari sejarah kebunnya, keberadaan Pasirmalang sebagai unit perkebunan dan pabrik teh telah terdokumentasi dalam jaringan PTPN.
Karena itu, Pasirmalang layak ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dari sejarah industri teh Pangalengan. Lebih dari satu abad setelah kawasan perkebunan berkembang, kegiatan produksi teh masih menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat dan industri perkebunan di wilayah tersebut.




















Tinggalkan Balasan