PANGALENGAN, TandaGlobalNews — Pabrik Teh Taloon merupakan salah satu fasilitas pengolahan teh yang berada dalam jaringan perkebunan PTPN di kawasan Pangalengan dan Kertasari, Kabupaten Bandung. Pabrik ini menjadi bagian dari lanskap industri perkebunan yang berkembang di wilayah pegunungan Bandung Selatan.
Sejarah perkembangan perkebunan Pangalengan berlangsung pesat setelah keluarnya Agrarische Wet 1870. Modal swasta Belanda masuk ke wilayah tersebut dan membuka perkebunan di lereng-lereng pegunungan. Sejarah Desa Pangalengan mencatat sejumlah nama perkebunan tua yang berkembang pada masa tersebut.
Taloon kemudian berkembang sebagai salah satu unit perkebunan dan pabrik teh dalam jaringan PTPN. Katalog PTPN Group mencantumkan Taloon sebagai salah satu pabrik teh Orthodox di kawasan Pangalengan.
Keberadaan Taloon juga tercatat dalam dokumentasi perjalanan kawasan perkebunan Pangalengan. Jalur perkebunan yang menghubungkan Pangalengan dengan kawasan Cisanti dan Kertasari melewati sejumlah perkebunan serta pabrik teh, termasuk Taloon.
Sebagai pabrik Orthodox, Taloon mengolah pucuk teh segar melalui proses pelayuan, penggulungan, oksidasi, pengeringan dan sortasi. Sistem ini menghasilkan teh hitam yang menjadi salah satu produk utama industri teh perkebunan Jawa Barat.
Sejarah Taloon tidak dapat dipisahkan dari perubahan kepemilikan perkebunan setelah Indonesia merdeka. Perusahaan perkebunan asing yang sebelumnya menguasai banyak lahan di Jawa Barat mengalami nasionalisasi. Kebun-kebun tersebut kemudian dikelola pemerintah melalui berbagai bentuk perusahaan negara.
Dalam beberapa dekade berikutnya, struktur PPN dan PTP terus mengalami reorganisasi. Pada 1996, sejumlah perusahaan perkebunan di Jawa Barat dilebur ke dalam PTPN VIII. Taloon kemudian menjadi bagian dari jaringan usaha teh PTPN VIII.
Dalam katalog PTPN, Taloon ditempatkan bersama Kertamanah, Malabar, Pasirmalang, Purbawindu, Santosa dan Sedep sebagai kelompok pabrik teh Orthodox di kawasan Pangalengan.
Perkebunan teh Pangalengan sendiri memiliki arti penting bagi industri teh nasional karena kondisi geografisnya. Ketinggian, suhu dan curah hujan kawasan pegunungan memberikan lingkungan yang sesuai untuk produksi pucuk teh.
Perubahan perusahaan perkebunan negara kembali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Unit-unit perkebunan teh Jawa Barat yang sebelumnya berada di PTPN VIII kemudian masuk dalam struktur regional PTPN I. Pada 2025, PTPN I Regional 2 menyatakan kawasan Pangalengan dan Ciwidey menjadi salah satu fokus pengembangan kembali bisnis teh.
Sumber publik yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan satu tahun tertentu sebagai tahun pendirian gedung Pabrik Teh Taloon. Karena itu, kronologi sejarah Taloon lebih tepat ditulis berdasarkan keberadaan unit dan pabriknya dalam jaringan perkebunan PTPN daripada memasukkan tahun pendirian yang belum memiliki bukti primer.
Sejarah Taloon pada akhirnya merupakan bagian dari sejarah besar Pangalengan. Dari kawasan perkebunan yang berkembang pada masa kolonial hingga sistem perusahaan negara modern, Taloon tetap menjadi salah satu mata rantai pengolahan teh di pegunungan Bandung Selatan.




















Tinggalkan Balasan