

KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperluas peluang kerja bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran melalui program pemagangan ke Jepang yang kembali dibuka pada 2026.
Seleksi peserta Rekrutmen Pemagangan ke Jepang 2026 digelar di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (24/8). Program tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Kementerian Ketenagakerjaan RI, IM Japan, serta Asosiasi LPK Bahasa Jepang Jawa Timur.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sonny Subroto Maheri Laksono, mengatakan program pemagangan ke Jepang menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Kediri turun dari 5,10 persen pada 2024 menjadi 4,71 persen pada 2025.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Sonny.
Menurutnya, pemagangan ke Jepang tidak hanya memberikan kesempatan bekerja dan memperoleh pengalaman internasional.
Peserta juga dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang terampil, disiplin, serta memiliki daya saing di tingkat global.
“Selain pengalaman kerja, pendapatan yang diperoleh peserta selama di Jepang diharapkan dapat menjadi modal usaha yang produktif saat kembali ke Kabupaten Kediri,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan proses seleksi dilakukan dengan sistem boarding di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Bogo, Kecamatan Plemahan.
Pada tahap awal, peserta menjalani tes matematika dasar, kemudian dilanjutkan dengan tes kesamaptaan dan wawancara.
Tahun ini, total terdapat 299 peserta yang mengikuti proses seleksi.
Dari jumlah tersebut, 68 peserta merupakan warga Kabupaten Kediri.
Sementara peserta lainnya berasal dari sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berada di bawah naungan Asosiasi LPK Bahasa Jepang Jawa Timur.
Ibnu menegaskan, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya sesuai ketentuan dan persyaratan teknis yang telah ditetapkan.
“Terkait berapa yang diambil, yang jelas yang sesuai dengan persyaratan teknis. Asal mereka lolos, pasti nanti akan mengikuti tahap berikutnya,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kediri berharap semakin banyak masyarakat, khususnya usia produktif, mendapatkan akses terhadap peluang kerja dan pengalaman internasional.
Di sisi lain, keterampilan serta modal yang diperoleh selama pemagangan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi ketika peserta kembali dan beraktivitas di Kabupaten Kediri.




















Tinggalkan Balasan