KAMPAR, Tandaglobal.news — PT Hervenia Kampar Lestari (HKL) merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor karet remah (crumb rubber) di Kabupaten Kampar, Riau. Perusahaan ini berlokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, dan menjadi salah satu bagian dari rantai industri karet di wilayah tersebut.

Berdasarkan penelitian akademik yang menggunakan wawancara dengan direktur perusahaan, PT Hervenia Kampar Lestari didirikan pada 1 Januari 2006. Meski telah berdiri sejak saat itu, perusahaan baru mulai beroperasi dan melakukan produksi pada 1 Agustus 2008.

Berdiri di Sentra Karet Kampar

Kehadiran PT Hervenia Kampar Lestari tidak terlepas dari posisi Kabupaten Kampar sebagai salah satu wilayah penghasil karet di Riau.

Perusahaan dibangun di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, kawasan yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas perkebunan karet rakyat. Dalam menjalankan kegiatan produksinya, perusahaan memperoleh bahan baku dari jaringan pedagang pengumpul yang menghimpun karet dari perkebunan masyarakat.

Pola tersebut membuat PT Hervenia Kampar Lestari menjadi bagian dari rantai pasok karet rakyat. Bahan baku bergerak dari petani dan pedagang pengumpul menuju fasilitas pengolahan sebelum diubah menjadi karet remah untuk kebutuhan industri.

Mulai Berproduksi pada 2008

Walaupun didirikan pada 2006, PT Hervenia Kampar Lestari tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Sumber akademik mencatat perusahaan mulai beroperasi dan berproduksi pada 1 Agustus 2008.

Pada tahap awal, kegiatan usaha perusahaan berfokus pada pengolahan karet mentah menjadi produk karet yang dapat dipasarkan untuk kebutuhan industri. Perkembangan tersebut berlangsung ketika industri crumb rubber menjadi salah satu mata rantai penting dalam pengolahan komoditas karet Indonesia.

Mengolah Karet Menjadi SIR

Produk utama PT Hervenia Kampar Lestari adalah Standard Indonesian Rubber (SIR). Dokumen profil perusahaan mencatat produk SIR-20 dan SIR-10, sedangkan sumber akademik lainnya secara khusus menyebut SIR-20 sebagai produk perusahaan.

SIR merupakan karet alam olahan yang diproduksi berdasarkan standar mutu tertentu dan digunakan sebagai bahan baku berbagai industri berbasis karet, terutama industri ban.

Bahan baku yang digunakan perusahaan antara lain slab/lump dan brown crepe rubber. Bahan tersebut kemudian menjalani serangkaian proses mekanis hingga menghasilkan karet remah.

Bergantung pada Karet Rakyat

Salah satu karakter penting PT Hervenia Kampar Lestari adalah keterkaitannya dengan perkebunan karet rakyat.

Perusahaan memperoleh bahan baku melalui pedagang pengumpul. Setelah dikumpulkan, karet tersebut dibawa ke pabrik untuk diolah menjadi crumb rubber.

Model tersebut membuat aktivitas pabrik memiliki hubungan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada komoditas karet. Ketika produksi dan permintaan industri meningkat, kebutuhan bahan baku juga dapat meningkat. Sebaliknya, perubahan harga karet dan ketersediaan bahan olah karet dapat memengaruhi kegiatan produksi.

Tahapan Pengolahan Crumb Rubber

Proses produksi PT Hervenia Kampar Lestari berlangsung melalui beberapa tahapan.

Berdasarkan laporan kerja praktik mengenai perusahaan, bahan baku terlebih dahulu melalui proses pemotongan, pencucian dan pemisahan kotoran. Selanjutnya, bahan karet digiling hingga membentuk lembaran.

Setelah penggilingan dan pengeringan, bahan kembali mengalami proses peremahan dan pencucian. Dalam proses tertentu digunakan asam oksalat untuk membantu meningkatkan nilai Plasticity Retention Index (PRI).

Karet kemudian dikeringkan menggunakan dryer sebelum memasuki tahap akhir, yaitu penimbangan, pengepresan dan pengemasan. Rangkaian tersebut dilakukan untuk menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi mutu SIR.

Kapasitas Produksi Berbeda Antar-Sumber

Catatan mengenai kapasitas produksi PT Hervenia Kampar Lestari berbeda berdasarkan periode dan sumber.

Profil perusahaan yang terdapat dalam laporan kerja praktik tahun 2020 mencantumkan kapasitas produksi sebesar 60.000 ton per tahun. Sementara data Dinas Perkebunan Provinsi Riau tahun 2020 yang dikutip dalam penelitian mengenai persaingan industri crumb rubber mencatat kapasitas perusahaan sebesar 35.000 ton per tahun, dengan produk SIR 10 dan SIR 20.

Karena terdapat perbedaan angka antar-sumber, kedua angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai satu kapasitas historis yang berlaku sepanjang masa. Angka 35.000 ton merupakan data yang tercantum dalam tabel industri Riau tahun 2020, sedangkan 60.000 ton berasal dari profil perusahaan yang digunakan dalam laporan akademik.

Menembus Pasar Ekspor

Sejak awal perkembangannya, PT Hervenia Kampar Lestari diarahkan sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor.

Profil perusahaan mencatat seluruh hasil produksi SIR diekspor, dengan tujuan antara lain Australia, China dan Jepang. Dokumen lain mengenai operasional perusahaan juga menyebut pasar Amerika Serikat, Eropa, China, Jepang, India dan Korea.

Sumber akademik tahun 2014 mencatat produk PT Hervenia Kampar Lestari diekspor ke Singapura, China, Jepang dan Amerika Serikat. Perbedaan daftar negara tersebut kemungkinan menggambarkan pasar pada periode yang berbeda.

Orientasi ekspor membuat perusahaan perlu menjaga konsistensi kualitas produk karena karet yang dihasilkan digunakan oleh industri di berbagai negara.

Menjadi Bagian Industri Crumb Rubber Riau

PT Hervenia Kampar Lestari kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan pengolahan karet yang tercatat dalam industri crumb rubber Riau.

Direktori Industri Manufaktur Indonesia 2015 mencatat perusahaan dengan produk utama SIR 20. Lokasinya berada di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dengan 339 tenaga kerja pada tahun pendataan tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada pertengahan 2010-an perusahaan telah menjadi industri pengolahan dengan skala tenaga kerja yang cukup besar.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Seiring tuntutan pasar ekspor, pengendalian kualitas menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan.

Profil PT Hervenia Kampar Lestari menyebut perusahaan menerapkan SNI ISO 9001:2008 secara konsisten untuk memastikan produk SIR memenuhi persyaratan pelanggan dan standar yang ditetapkan.

Pengendalian mutu dilakukan melalui pemeriksaan produk menggunakan fasilitas laboratorium sebelum produk dikirim kepada pelanggan. Sejumlah parameter yang diperhatikan antara lain kadar kotoran, kadar abu, zat menguap, plastisitas awal dan Plasticity Retention Index (PRI).

Pengelolaan Limbah Industri

Sebagai industri pengolahan karet, kegiatan PT Hervenia Kampar Lestari juga menghasilkan limbah, terutama dari proses pencucian dan pengolahan bahan baku.

Laporan kerja praktik di perusahaan secara khusus mengkaji pengolahan air limbah menggunakan sistem lumpur aktif. Air limbah terutama berkaitan dengan kegiatan pencucian bahan baku dan peralatan produksi.

Pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam kegiatan industri crumb rubber karena air digunakan dalam berbagai tahapan produksi.

Perubahan Produksi dan Tenaga Kerja

Catatan penelitian mengenai kinerja perusahaan memperlihatkan adanya perubahan jumlah tenaga kerja dan produksi dalam beberapa tahun.

Data periode 2018–2022 mencatat jumlah karyawan meningkat dari 72 orang pada 2018 menjadi 87 orang pada 2022. Dalam periode yang sama, realisasi produksi berubah dari sekitar 49,6 juta kilogram pada 2018 menjadi sekitar 61,35 juta kilogram pada 2022.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa produksi perusahaan mengalami dinamika dari tahun ke tahun yang berkaitan dengan kondisi bahan baku, pasar, tenaga kerja dan kegiatan operasional.

Peran dalam Perekonomian Kampar

Keberadaan PT Hervenia Kampar Lestari menjadi bagian dari kegiatan ekonomi berbasis karet di Kabupaten Kampar.

Kajian mengenai agroindustri karet di Riau menempatkan PT Hervenia Kampar Lestari sebagai salah satu industri pengolahan karet swasta di wilayah Kampar dengan produk SIR 20.

Bagi rantai ekonomi lokal, keberadaan pabrik menciptakan kebutuhan terhadap bahan baku, transportasi, tenaga kerja, jasa pendukung serta aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan komoditas karet.

Lebih dari Satu Setengah Dekade

Jika menggunakan 1 Januari 2006 sebagai tanggal pendirian dan 1 Agustus 2008 sebagai awal produksi sebagaimana dicatat sumber akademik, PT Hervenia Kampar Lestari telah melewati lebih dari satu setengah dekade perjalanan industri hingga pertengahan 2020-an.

Perusahaan berkembang dari badan usaha yang baru berdiri menjadi industri pengolahan karet yang memasok produk SIR ke pasar internasional.

Perjalanan tersebut mencakup pendirian perusahaan, pembangunan fasilitas produksi, dimulainya operasi pada 2008, pengembangan pasar ekspor, penerapan sistem manajemen mutu hingga pengelolaan limbah industri.

Jejak Industri Karet Kampar

PT Hervenia Kampar Lestari merupakan bagian dari perjalanan industri karet Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. Didirikan pada 2006 dan mulai berproduksi pada 2008, perusahaan berkembang sebagai pengolah karet rakyat menjadi crumb rubber dengan produk SIR 10 dan SIR 20.

Dengan lokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, perusahaan terhubung dengan rantai pasok karet di Riau. Produk yang dihasilkan kemudian dipasarkan ke berbagai negara, menjadikan PT Hervenia Kampar Lestari salah satu mata rantai antara petani karet rakyat, industri pengolahan dan pasar karet internasional.