KEDIRI, Tandaglobal.news — Progres lanjutan pembangunan Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menunjukkan percepatan. Hingga pekan ke-12, realisasi pekerjaan fisik mencapai sekitar 54 persen, melampaui target progres sebesar 46 persen. Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan pemindahan pedagang mulai November 2026 agar pasar baru tersebut dapat beroperasi secara menyeluruh pada awal Desember mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan pekerjaan lanjutan berjalan sesuai jadwal, bahkan mengalami percepatan.

Meski demikian, penyelesaian proyek tetap menjadi perhatian karena tahapan penataan dan pemindahan pedagang harus dipersiapkan secara bersamaan.

“Deviasi progresnya positif. Dari evaluasi hari ini, progres yang terpasang sekitar 54 persen, sedangkan progres yang dilaporkan seharusnya 46 persen,” ujarnya saat meninjau perkembangan Pasar Ngadiluwih.

Menurut Tutik, pemerintah daerah terus mendorong kontraktor agar pekerjaan lanjutan dapat diselesaikan tepat waktu, bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Hal ini penting agar proses pemindahan pedagang tidak mengalami kendala ketika bangunan dan fasilitas pasar telah siap digunakan.

Di sisi lain, Dinas Perdagangan juga mulai mematangkan persiapan relokasi pedagang. Tahapan tersebut diawali dengan validasi data sejak September 2026, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pada Oktober untuk memastikan data pedagang yang akan menempati pasar baru benar-benar sesuai.

Pada Rabu dan Kamis, 14–15 Oktober 2026, dinas menjadwalkan sosialisasi lanjutan bagi para pedagang. Sebanyak 372 pedagang yang datanya telah terverifikasi akan dikumpulkan untuk mendapatkan penjelasan mengenai jadwal pemindahan dan tahapan penempatan di pasar baru.

Setelah itu, sosialisasi akan dilanjutkan dengan pembahasan zonasi serta persiapan tempat berjualan, termasuk kebutuhan bronjong dan meja dagangan.

“Harapannya, November nanti semua pedagang sudah mulai proses pindah dan awal Desember semuanya sudah bisa beroperasi,” kata Tutik.

Jumlah pedagang yang akan menempati Pasar Ngadiluwih juga berpotensi bertambah. Berdasarkan hasil validasi awal, data pedagang yang sebelumnya berjumlah sekitar 450 orang meningkat menjadi sekitar 470 orang.

Selain itu, dinas turut mendata pedagang yang selama ini berjualan di tempat penampungan sementara (TPPS), pedagang lesehan, serta pedagang yang sebelumnya berjualan di jalan sekitar pasar.

Pedagang baru yang belum pernah berjualan di Pasar Ngadiluwih juga tetap dapat mendaftar. Namun, mereka akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu dan baru dapat diakomodasi apabila kapasitas lapak yang tersedia mencukupi.

Untuk menjamin pemerataan, penempatan pedagang nantinya dilakukan berdasarkan zonasi dan mekanisme pengundian. Dengan sistem tersebut, pedagang akan menempati area sesuai jenis dagangannya sehingga penataan pasar lebih teratur.

Salah satu fasilitas yang disiapkan untuk menarik pengunjung adalah area kuliner atau food court di sisi barat pasar. Area tersebut direncanakan memiliki sekitar 11 tempat usaha yang akan diisi oleh pedagang makanan terpilih, termasuk pelaku usaha kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri.

Salah satu kuliner yang direncanakan hadir adalah soto Branggahan. Kehadiran area kuliner ini diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan pengunjung pasar, tetapi juga menarik masyarakat dari luar wilayah untuk datang dan menikmati makanan khas daerah.

Selain penataan pedagang, pemerintah daerah juga menyiapkan pola operasional pasar selama 24 jam. Pengaturan tersebut akan menyesuaikan karakteristik aktivitas perdagangan, mulai dari pedagang sayur yang beraktivitas sejak dini hari hingga pedagang lapak, kios, dan kuliner yang beroperasi pada waktu berbeda.

Tutik menjelaskan, pekerjaan lanjutan pembangunan pasar juga mencakup penyempurnaan sejumlah fasilitas yang sebelumnya belum tersedia secara optimal. Di antaranya penataan kawasan, penyelesaian pagar, penambahan tutup manhole, serta penyempurnaan penerangan agar pasar dapat beroperasi dengan aman pada malam hari.

Evaluasi penerangan bahkan dilakukan pada malam hari untuk memastikan seluruh titik lampu berfungsi dengan baik. Penyesuaian masih dimungkinkan selama proses pengerjaan berlangsung agar tidak menimbulkan pekerjaan bongkar pasang setelah proyek selesai.

“Kami ingin ketika semuanya selesai, pasar benar-benar siap digunakan. Lebih baik ada penyesuaian satu atau dua hari daripada nantinya harus bongkar pasang yang justru menambah waktu dan biaya,” jelasnya.

Untuk menjaga keteraturan dan kenyamanan pasar, pemerintah daerah juga menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terkait pembuatan tempat berjualan dan kebersihan. Salah satu ketentuannya adalah tinggi bronjong maksimal 2,5 meter.

Sementara itu, pedagang sayur di zona yang telah ditentukan tidak diperbolehkan menggunakan bronjong sehingga area dagangan tetap terbuka dan mudah diakses. Ketentuan tersebut akan disosialisasikan sebelum pedagang mulai menyiapkan tempat jualannya.

Dengan progres fisik yang telah melampaui target mingguan serta persiapan relokasi yang berjalan bersamaan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap Pasar Ngadiluwih dapat segera beroperasi secara optimal.

Targetnya, seluruh pedagang mulai menempati lokasi baru pada November dan aktivitas perdagangan dapat berjalan menyeluruh pada awal Desember 2026.