KEDIRI, Tandaglobal.news — Museum Jayabaya Kabupaten Kediri menghadirkan program pemutaran film edukasi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan pengunjung. Program ini bertujuan mengenalkan sejarah, cerita rakyat, kebudayaan, serta potensi wisata daerah melalui tayangan yang menarik dan mudah dipahami pelajar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melalui Edukator Museum, Ari Widya Utomo, mengatakan sebagian besar rombongan pengunjung berasal dari kalangan pelajar TK dan SD.

Selain pelajar lokal, museum juga menerima kunjungan kelompok belajar bahasa Inggris hingga wisatawan mancanegara.

Menurut Ari, kunjungan ke museum menjadi sarana pembelajaran di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal koleksi peninggalan sejarah dan kebudayaan secara langsung.

“Anak-anak bisa mengenal benda-benda peninggalan sejarah yang mungkin belum mereka ketahui saat belajar di sekolah,” jelas Ari saat ditemui di Museum Jayabaya, Selasa (13/10/2026).

Selain melihat koleksi museum, siswa juga mengikuti pemutaran film di ruang edukasi. Materi tayangan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan, yakni siswa SD mendapatkan film animasi cerita rakyat, siswa SMP menonton film dokumenter kebudayaan, sedangkan siswa SMA memperoleh materi tentang kebudayaan dan potensi wisata Kabupaten Kediri.

“Materi filmnya dibedakan sesuai jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami oleh masing-masing kelompok siswa,” ungkapnya.

Pemutaran film tersebut tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga menambah wawasan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Melalui tayangan audiovisual, siswa diharapkan lebih mudah memahami cerita rakyat, mengenal kebudayaan lokal, serta mengetahui potensi wisata di daerahnya.

Selama pemutaran film, siswa didampingi pemateri atau edukator yang membantu menjelaskan isi tayangan. Pendampingan ini diharapkan membuat siswa memahami pesan dan nilai budaya yang disampaikan, bukan sekadar menonton film.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, ruang pemutaran film dilengkapi pendingin ruangan atau AC. Fasilitas tersebut membuat suasana ruangan lebih sejuk sehingga anak-anak dapat mengikuti tayangan dan menyimak materi dengan nyaman.

Pengelola juga mengatur jadwal kunjungan secara bergantian antara area koleksi dan ruang pemutaran film agar kegiatan berlangsung tertib. Museum Jayabaya didukung dua edukator untuk mendampingi pengunjung sekaligus membantu mengatur pergantian rombongan.

“Jadwal kunjungan diatur supaya rombongan bisa bergantian mengikuti kegiatan, baik melihat koleksi maupun menonton film di ruang edukasi,” ujarnya.

Melalui program ini, Museum Jayabaya diharapkan menjadi sarana pembelajaran sejarah dan budaya di luar sekolah. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya serta potensi wisata Kabupaten Kediri.