JAKARTA, Tandaglobal.news — Pemerintah memproyeksikan delapan komoditas pangan strategis Indonesia mengalami surplus produksi pada 2026. Berdasarkan neraca pangan nasional, total produksi diperkirakan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diproyeksikan sebesar 68,22 juta ton.
Selisih tersebut menghasilkan proyeksi surplus sebesar 4,69 juta ton. Angka ini menjadi salah satu indikator untuk menggambarkan ketersediaan pangan nasional.
Mengutip detikFinance, Senin (12/10/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.
“Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta.
Delapan komoditas tersebut adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Produksi Jagung dan Gula Diproyeksikan Surplus
Jagung menjadi salah satu komoditas yang diproyeksikan menyumbang surplus. Produksinya diperkirakan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sebesar 16,44 juta ton. Dengan demikian, potensi surplus jagung mencapai sekitar 1,56 juta ton.
Produksi gula konsumsi diproyeksikan sebesar 3,04 juta ton, melampaui kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 2,84 juta ton. Selisihnya menghasilkan surplus sekitar 207 ribu ton.
Proyeksi itu menunjukkan produksi jagung dan gula konsumsi diperkirakan melebihi kebutuhan nasional. Meski demikian, realisasi di lapangan tetap perlu dipantau agar pasokan sesuai dengan perhitungan neraca pangan.
Surplus produksi secara nasional tidak otomatis menjamin ketersediaan pangan merata di seluruh wilayah. Distribusi, stabilitas harga, kualitas hasil produksi, dan kelancaran pasokan tetap berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan.
Pencapaian swasembada juga perlu dilihat berdasarkan data produksi dan kebutuhan setiap komoditas, termasuk perkembangan realisasinya sepanjang tahun.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat produksi dalam negeri dan memastikan distribusi berjalan efektif agar ketersediaan pangan dapat dirasakan masyarakat secara merata.



















Tinggalkan Balasan