KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, mengandalkan sektor pertanian, khususnya cabai rawit, sebagai potensi unggulan desa. Namun, pengembangan wilayah masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran, terutama untuk pembangunan jalan yang mendukung aktivitas pertanian.

Perangkat Desa Kampungbaru, Karmianto, menjelaskan bahwa desa tersebut merupakan hasil pemekaran dari Desa Siman. Nama Kampungbaru diberikan untuk menandai terbentuknya wilayah permukiman baru setelah pemekaran.

“Kampungbaru berarti kampung desa yang baru gitu aja, dari pecahannya Siman,” ujar Karmianto.

Secara administratif, Desa Kampungbaru terbagi menjadi enam dusun. Masyarakat setempat juga masih melestarikan berbagai tradisi dan kegiatan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun, seperti pagelaran wayang dan tradisi Suronan.

Selain itu, warga mempertahankan tradisi pondangan serta menggelar selamatan Suronan di setiap dusun. Kegiatan kebudayaan serupa juga dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), termasuk perayaan Agustusan.

Di sektor ekonomi, pertanian menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat Desa Kampungbaru. Cabai rawit menjadi komoditas yang menonjol sekaligus identitas pertanian desa tersebut.

Potensi pertanian itu mendorong pemerintah desa untuk mendukung kegiatan petani melalui pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan. Jalan yang memadai dinilai penting untuk memperlancar mobilitas petani, termasuk saat mengangkut hasil panen.

Meski demikian, pembangunan infrastruktur masih terkendala pembiayaan. Keterbatasan anggaran membuat sejumlah rencana pembangunan belum dapat direalisasikan secara maksimal.

Karmianto menyebutkan bahwa pemerintah desa belum bisa mengalokasikan anggaran secara penuh untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pada tahun ini. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan dana dan belum terealisasinya anggaran yang dibutuhkan.

Menurutnya, persoalan anggaran menjadi tantangan utama dalam mendukung pembangunan desa. Pemotongan anggaran dari pemerintah pusat turut memengaruhi kemampuan pembiayaan pembangunan di tingkat desa.

Ke depan, pemerintah Desa Kampungbaru berharap pembangunan dapat terus berjalan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian sebagian besar masyarakat.

Karmianto menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi target yang ingin dicapai melalui pembangunan desa, terutama bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Melalui penguatan potensi cabai rawit dan pembangunan infrastruktur penunjang, Desa Kampungbaru diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.