
KEDIRI, Tandaglobal.news — Promosi melalui media sosial menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pelanggan bagi para penjahit di Pasar Pahing, Kota Kediri. Melalui konten yang diunggah pengelola pasar di platform TikTok, jasa jahit di pasar tersebut berpeluang dikenal masyarakat lebih luas, termasuk mahasiswa dan pelanggan dari luar daerah, Jumat (9/10/2026).
Puji (47), salah satu penjahit di Pasar Pahing, mengatakan bahwa keberadaan lapak di pasar memberikan keuntungan tersendiri dibandingkan membuka usaha di rumah. Selain berada di lokasi strategis, promosi melalui media sosial membantu masyarakat mengetahui keberadaan jasa jahit yang ditawarkan para pedagang.
Menurutnya, usaha jahit di rumah umumnya mengandalkan pelanggan dari lingkungan sekitar dan informasi dari mulut ke mulut. Sementara itu, berjualan di pasar memberikan kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih beragam.
“Kalau di pasar, pelanggan bisa lebih luas. Apalagi ada promosi dari pihak pasar melalui TikTok, sehingga masyarakat dari luar daerah juga bisa mengetahui jasa jahit di sini,” ungkapnya.
Meski demikian, upaya promosi tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan jumlah pengunjung. Puji menyebut kondisi pasar saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan masa lalu.
Kondisi itu tidak hanya dirasakan penjahit, tetapi juga pedagang lain, termasuk pedagang sayur.
Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang semakin banyak memanfaatkan layanan daring serta kondisi ekonomi turut memengaruhi aktivitas perdagangan. Akibatnya, pesanan jahit tidak selalu ramai setiap hari dan cenderung meningkat pada waktu tertentu, terutama menjelang Lebaran serta tahun ajaran baru sekolah.
Hal senada disampaikan Yuyun (54), penjahit di Pasar Pahing. Ia mengatakan pendapatan dari usaha jahitnya mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.
Saat pasar sepi, pendapatan hariannya berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000. Padahal, dalam kondisi yang lebih ramai, ia biasanya memperoleh sedikitnya Rp100.000 per hari.
Menjelang Lebaran, pendapatannya dapat meningkat hingga Rp400.000–Rp500.000 sehari, bahkan pernah mendekati Rp1 juta.
“Kalau menjelang Lebaran biasanya ramai karena banyak orang membutuhkan jasa jahit. Namun, kalau hari biasa seperti sekarang, penghasilannya tidak menentu,” jelasnya.
Bagi Yuyun, membuka usaha di pasar memberikan peluang yang lebih baik dibandingkan menjalankan usaha jahit di rumah. Sebelum memiliki lapak sendiri, ia pernah bekerja sebagai karyawan pada usaha jahit milik orang lain.
Kini, ia dapat menjalankan usaha secara mandiri dengan peluang mendapatkan pelanggan yang lebih beragam.
Lapak jahit di Pasar Pahing umumnya mulai beroperasi sekitar pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Berdasarkan keterangan pedagang, terdapat sekitar 30 penjahit yang terdaftar di area pasar tersebut.
Di tengah upaya mempertahankan usaha, para penjahit juga menghadapi perubahan ketentuan biaya lapak. Mereka dikenai biaya sewa tahunan sebesar Rp200.000 dan retribusi harian Rp2.000.
Pedagang mengeluhkan kewajiban membayar retribusi setiap hari, termasuk ketika tidak berjualan karena sakit atau memiliki keperluan lain.
Kebijakan tersebut memunculkan pro dan kontra di kalangan pedagang. Sebagian menyampaikan keberatan melalui aksi protes kepada pemerintah kota, sedangkan sebagian lainnya tetap membayar sambil berharap ada evaluasi terhadap aturan yang berlaku.
Puji dan Yuyun berharap promosi melalui media sosial dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat mengenal Pasar Pahing, baik untuk menggunakan jasa jahit maupun berbelanja kebutuhan lainnya.
Dengan bertambahnya jangkauan promosi, mereka berharap jumlah pengunjung dan pesanan dapat meningkat sehingga pendapatan pedagang ikut membaik.
Selain promosi, para penjahit berharap pemerintah dan pengelola pasar membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi terkait ketentuan sewa dan retribusi. Mereka menginginkan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi usaha kecil, termasuk ketika pedagang tidak dapat berjualan karena sakit atau keperluan tertentu.
Bagi para penjahit, promosi yang lebih luas dan kebijakan yang mempertimbangkan keberlangsungan usaha menjadi dua hal penting agar aktivitas perdagangan di Pasar Pahing tetap berjalan dan mampu menopang mata pencaharian pedagang.



















Tinggalkan Balasan