
KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mengandalkan sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber penghidupan masyarakat. Didukung kondisi tanah yang subur dan kawasan hutan di sekitarnya, potensi lokal tersebut diharapkan mampu mendorong kesejahteraan serta kemandirian warga.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu perangkat Desa Manggis pada Rabu (14/10/2026), sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada pertanian sayuran, seperti cabai dan terong, serta budidaya nanas. Selain itu, warga juga mengembangkan peternakan ayam, sapi, dan kambing.
Potensi tersebut menjadi modal bagi desa untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. Dukungan terhadap sektor pertanian dan peternakan dilakukan melalui aspirasi anggota dewan, berupa bantuan bibit, alat penyemprot, hingga mesin pencacah jagung.

Di bidang sejarah dan kekayaan alam, Desa Manggis memiliki sejumlah lokasi yang menjadi potensi identitas desa, di antaranya Cagar Alam Simpenan, Candi Dorok, dan Punden Dorok. Sementara itu, kawasan Ringin dikenal memiliki potensi budidaya nanas. Namun, terdapat pengecualian di wilayah Jambean terkait keberadaan punden yang disebutkan dalam wawancara.
Pemerintah desa juga berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah desa pernah menjalankan program bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2024. Bantuan berupa sejumlah uang tersebut digunakan untuk membeli bahan kebutuhan usaha.
Meski memiliki beragam potensi, pengembangan Desa Manggis masih menghadapi kendala, terutama faktor cuaca yang dapat memengaruhi kegiatan pertanian. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah desa berkoordinasi dengan dinas terkait guna mencari solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemerintah desa berharap Manggis dapat menjadi desa yang mandiri dan tidak terlalu bergantung pada wilayah lain. Upaya tersebut diharapkan dimulai dari pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan kondisi tanah yang subur.
Melalui pengelolaan lahan dan penyediaan bibit secara mandiri, masyarakat diharapkan lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembelian dari luar desa.
Pengembangan potensi lokal, dukungan terhadap usaha masyarakat, serta koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian dari upaya Desa Manggis untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri.



















Tinggalkan Balasan