Puskesmas mencatat adanya tren kenaikan kasus, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap faktor lingkungan dan kondisi tubuh masing-masing.
Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih.
Selain daya tahan tubuh yang masih berkembang, paparan debu, terutama saat beraktivitas atau bepergian di jalan, dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk keluhan pernapasan.
Untuk kasus ringan, masyarakat dianjurkan mencukupi waktu istirahat, menjaga pola makan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih dan menjaga pola tidur.
Obat pereda gejala dapat digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Apabila kondisi tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke Puskesmas.
Pemberian obat tertentu, termasuk antibiotik, harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter dan tidak digunakan secara sembarangan.
Sementara itu, pasien yang mengalami sesak napas berat atau penurunan kesadaran membutuhkan penanganan segera dan dapat dirujuk ke rumah sakit.
dr. Haya juga mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan sederhana, terutama ketika bepergian atau berada di lingkungan yang banyak debu. Penggunaan masker, mencuci tangan secara rutin dan menerapkan etika batuk dinilai penting untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan.
“Kalau mulai merasa tidak enak badan, sebaiknya segera istirahat. Jaga kebersihan, gunakan masker saat bepergian, rajin mencuci tangan dan perhatikan asupan makanan serta vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh,” pungkasnya.
Dengan lonjakan kasus hingga 556 kasus pada September, masyarakat di wilayah Keling diharapkan meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap gejala yang muncul pada anak-anak dan kelompok rentan, serta tidak menunda pemeriksaan apabila keluhan semakin berat.



















Tinggalkan Balasan