JAKARTA, Tandaglobal.news — Suasana di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan mencekam setelah serangan menghantam kawasan bandara dan memicu kepanikan. Sejumlah jemaah umrah yang berada di terminal terlihat berhamburan menyelamatkan diri.
Mengutip ANTARA, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan bahwa hingga keterangan diterbitkan pada Minggu (11/10/2026), belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia maupun terluka akibat serangan tersebut.
KBRI Riyadh menyebut informasi mengenai kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Berdasarkan informasi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) yang dikutip ANTARA, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Korban terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Menyusul insiden tersebut, KBRI Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kawasan yang berpotensi rawan, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
WNI yang memiliki jadwal penerbangan juga diminta memeriksa status penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai sebelum menuju bandara.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya terus memantau perkembangan situasi dan informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak.


















Tinggalkan Balasan