
(Foto: Dok.TGN/Intan Nura Aini)
TandaGlobalNews | Kediri — Kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Desa Tulungrejo pada hari kamis, 11 juni 2026, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua RT setempat, Feri, yang menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk membantu warga mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini.
Menurut Feri, pemeriksaan kesehatan yang difokuskan pada skrining gangguan pernapasan dan TBC sangat penting, terutama bagi kalangan lanjut usia (lansia) yang menjadi salah satu sasaran utama kegiatan.
“Ya, biar mengetahui bahwasanya ini kan rata-rata itu lansia. Dan itu pun kayak screening, sistematik, tuberkulosis, ini kan yang jelas untuk lansia, paling enggak untuk lansia. Artinya biar tahu untuk penyakitnya apa, dan nantinya ini kan sesak napas dan seterusnya, kayak TBC ataupun apa biar tahu kalau di-scan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Tulungrejo selalu terbuka terhadap program-program kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan pihak penyelenggara menjadi kunci terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kalau memang itu baik dan itu untuk masyarakat sekitar, kita terima dengan baik juga. Artinya ini kalau misalkan nanti di tahun yang akan datang akan ada seperti ini, ya kita menjembatani untuk tempat, dan masalah fasilitas dan lain sebagainya nanti bisa dirapatkan,” kata Feri.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa sasaran utama pemeriksaan kesehatan kali ini adalah warga lanjut usia serta masyarakat yang memiliki keluhan gangguan pernapasan. Selain itu, skrining TBC juga dianggap penting mengingat masih banyak warga yang belum mengetahui kondisi kesehatan paru-paru mereka secara pasti.

“Yang jelas untuk sasarannya nanti, satu di lansianya, ataupun untuk pernapasan, gangguan pernapasan, dan mungkin yang lebih utamanya lagi nanti di ini, apa, yang sekarang ini apa ya, TBC ya. Banyak orang itu kan yang sesak napas dan seterusnya, dan artinya kita juga enggak tahu,” ungkapnya.
Feri juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Bahkan, menurutnya, program pemeriksaan kesehatan gratis akan sangat baik jika dapat digelar secara berkala dalam satu tahun.
“Kalau untuk ke depannya lagi, kalau misalkan kalau bisa itu per, katakanlah setahun dua kali atau tiga kali enggak apa-apa,” tuturnya.
Melalui kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatan, khususnya terkait gangguan pernapasan. Selain itu, deteksi dini penyakit juga dapat membantu warga memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat sebelum kondisi semakin berkembang.
Jurnalis: Fitri Rahayu
Fotografer: Intan Nur Aini
Editor: Aditya Efendi