
KEDIRI, Tandaglobal.news — Potensi pertanian Kabupaten Kediri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Timur. Pengembangan komoditas unggulan daerah juga dinilai dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Kediri terhadap pembangunan ekonomi regional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di lapangan belakang Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Senin (12/10/2026).
Upacara yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Dewi itu menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Kerja sama yang berkelanjutan diharapkan dapat membuat berbagai program pembangunan berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Program-program yang bisa kita sinergikan bersama diharapkan dapat membuat kita sama-sama maju, berkembang, dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, baik di Kabupaten Kediri maupun di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Dewi, sektor pertanian merupakan salah satu potensi Kabupaten Kediri yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung program Lumbung Pangan Nusantara. Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan sektor tersebut juga berpeluang meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Potensi itu sejalan dengan posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling (GKG) di Jawa Timur tercatat lebih dari 10,4 juta ton dan turut mendukung pemenuhan kebutuhan beras nasional.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan daerah, baik untuk menjaga ketersediaan pangan maupun menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengarahkan pembangunan periode 2025–2029 melalui sembilan pilar Nawa Bhakti Satya sebagai landasan pelaksanaan program prioritas.
Dalam konteks tersebut, optimalisasi potensi pertanian Kabupaten Kediri diharapkan berjalan seiring dengan agenda pembangunan provinsi.
Sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pengembangan komoditas unggulan, memperluas peluang pemasaran, serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.



















Tinggalkan Balasan