
KEDIRI, Tandaglobal.news — Meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama kemarau panjang membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan daya tahan tubuh. Puskesmas Puncu dan Puskesmas Kepung mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terutama menggunakan masker ketika sedang sakit maupun saat beraktivitas di lingkungan yang banyak debu.
Kepala Puskesmas Puncu, dr. Sri Wahyuni Indrayani, mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi paparan debu sekaligus membantu mencegah penularan penyakit kepada orang lain.
“Kalau sedang batuk atau pilek sebaiknya menggunakan masker. Selain untuk melindungi diri dari debu, juga untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain,” katanya.
Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, beristirahat cukup, serta menghindari kebiasaan begadang.
Asupan cairan juga perlu diperhatikan dengan mencukupi kebutuhan minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, sayuran, buah-buahan, serta sumber gizi lainnya yang mudah diperoleh.
Pola makan yang seimbang dinilai penting dibandingkan terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi rendah.

Penanggung jawab (PJ) ISPA, Aning, juga menyampaikan bahwa bahan pangan lokal tradisional dapat menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat selama penggunaannya tepat dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diperlukan.
“Yang penting pola makan diperbaiki, cukup protein, sayur dan makanan bergizi. Olahraga juga perlu, kemudian istirahat yang cukup supaya daya tahan tubuh tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, Puskesmas Kepung juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan ISPA.
Giartiningsih mengatakan masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama ketika mulai muncul keluhan seperti batuk, pilek atau demam.
Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala ISPA, masyarakat dapat melakukan langkah sederhana di rumah, seperti memberikan waktu istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, menggunakan masker, serta membatasi kontak dekat untuk mengurangi risiko penularan.
Obat dapat digunakan sesuai gejala dan petunjuk tenaga kesehatan.
Apabila keluhan tidak membaik atau berlangsung lebih dari tiga hari, masyarakat dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“PHBS harus tetap diterapkan. Cuci tangan, gunakan masker ketika sakit, jaga pola makan, olahraga dan cukup istirahat. Kalau keluhan berlanjut, jangan menunda untuk memeriksakan diri,” pesan Giartiningsih.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan selama kemarau, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penularan ISPA sekaligus menjaga daya tahan tubuh.



















Tinggalkan Balasan