KEDIRI, Tandaglobal.news — Pelebaran jembatan pada ruas jalan Plosoklaten–Gedangsewu mendapat apresiasi dari warga sekitar. Perbaikan tersebut dinilai penting karena kawasan jembatan sebelumnya beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan dan mengalami penyempitan arus kendaraan, Kamis (1/10/2026).

Joko Suyono, warga sekitar, mengatakan pekerjaan pelebaran jembatan yang telah berlangsung sekitar dua pekan tersebut menjadi langkah penting bagi keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, kondisi jembatan sebelumnya perlu mendapat perhatian karena kendaraan harus melewati bagian jalan yang menyempit.

“Terima kasih kepada pemerintah karena sudah melakukan perbaikan dan pelebaran jembatan ini. Menurut saya, pekerjaan ini sangat membantu untuk mengurangi risiko kecelakaan,” kata Joko.

Ia menyebut, kecelakaan di kawasan tersebut bukan hanya terjadi sekali. Berdasarkan yang diketahuinya, sudah ada sekitar tiga kejadian kecelakaan yang pernah terjadi di lokasi tersebut.

Karena itu, pelebaran jembatan dinilai dapat memberikan perubahan terhadap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut. Ruang kendaraan yang lebih lebar diharapkan membuat pengendara tidak lagi menghadapi penyempitan badan jalan seperti sebelumnya.

Joko juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan pada bagian jembatan yang sedang dikerjakan. Menurutnya, bagian jembatan lama di sisi sebelahnya juga perlu mendapat perhatian karena kondisinya dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Kalau bisa, bagian jembatan yang sebelah juga ikut diperbaiki. Kondisinya sudah lama dan bagian pondasinya terlihat seperti menggantung, jadi cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Two, menjelaskan jembatan yang sedang dikerjakan dilebarkan sekitar 2,5 meter ke arah barat. Pekerjaan tersebut sekaligus mencakup pelebaran jalan pada sisi utara dan selatan serta perkerasan aspal di area ofrit.

Pekerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada penyelesaian pondasi abutment di sisi utara dan selatan. Berdasarkan laporan proyek, realisasi pekerjaan telah mencapai 19,799 persen, lebih tinggi dibandingkan target sebesar 16,045 persen.

Proyek pelebaran tersebut memiliki masa kontrak mulai 12 Agustus hingga 9 November 2026. Dengan adanya pekerjaan tersebut, warga berharap penataan kawasan jembatan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga keselamatan dan kelancaran pengguna jalan semakin terjamin.

Joko berharap perbaikan tidak berhenti pada bagian yang saat ini dikerjakan. Ia berharap kondisi seluruh bagian jembatan dapat diperiksa dan diperbaiki apabila ditemukan konstruksi yang sudah tidak layak.

“Harapannya tidak hanya bagian ini yang diperbaiki, tetapi bagian jembatan lama juga diperhatikan agar kondisi jalan dan jembatan lebih aman untuk warga,” pungkasnya.