

KEDIRI, Tandaglobal.news — Dinas PUPR Kabupaten Kediri melakukan pelebaran jembatan pada ruas jalan Plosoklaten–Gedangsewu sebagai upaya mengurangi penyempitan badan jalan yang selama ini mengganggu kelancaran arus kendaraan. Proyek tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama karena kawasan tersebut sebelumnya beberapa kali terjadi kecelakaan, Kamis (1/10/2026).
Konsultan Pengawas Proyek, Two, mengatakan pelebaran jembatan dilakukan sekitar 2,5 meter ke arah barat.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan jembatan yang selama ini menjadi titik penyempitan atau bottleneck pada ruas Plosoklaten–Gedangsewu.
“Jembatan ini dilebarkan 2,5 meter ke arah barat. Sebelumnya memang sering terjadi kecelakaan dan gangguan arus lalu lintas karena adanya penyempitan di area jembatan,” ujar Two.
Selain pelebaran jembatan, proyek juga mencakup pekerjaan perkerasan aspal serta pelebaran jalan pada sisi utara dan selatan.
Pekerjaan tersebut dilakukan pada bagian ofrit atau area peralihan antara badan jalan dan jembatan.
Dari sisi konstruksi, pondasi jembatan memiliki kedalaman sekitar 5,20 meter.
Pada pekan ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pondasi abutment di sisi utara dan selatan jembatan.
Progres pekerjaan hingga pekan ini tercatat mencapai 19,799 persen.
Angka tersebut berada di atas target yang ditetapkan sebesar 16,045 persen sehingga terdapat deviasi positif sekitar 3,754 persen.
“Untuk minggu ini targetnya menyelesaikan pekerjaan pondasi abutment sisi utara dan selatan. Progres realisasi saat ini sekitar 19,799 persen, sedangkan rencananya 16,045 persen,” jelasnya.
Proyek tersebut memiliki masa kontrak mulai 12 Agustus 2026 hingga 9 November 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, tahapan konstruksi dan pengaturan lalu lintas dilakukan agar aktivitas kendaraan di ruas Plosoklaten–Gedangsewu tetap dapat berjalan.
Sebelum pekerjaan dimulai, kawasan jembatan tersebut diketahui beberapa kali mengalami kecelakaan.
Salah satu insiden melibatkan kendaraan truk yang menabrak pengaman jembatan.
Melalui pelebaran dan penataan tersebut, pemerintah berharap titik penyempitan dapat dikurangi sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar.
Perbaikan konstruksi juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
“Harapannya setelah selesai nanti akses pengendara lebih lancar dan aman, sehingga tidak ada lagi penyempitan di area jembatan,” pungkas Two.



















Tinggalkan Balasan