KEDIRI, Tandaglobal.news — Warga Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi laki-laki pada Senin (5/10/2026) sore. Penemuan sekitar pukul 15.00 WIB itu terungkap secara tidak sengaja ketika seorang warga hendak menguburkan anak kambing peliharaannya yang mati.

Kejadian bermula saat pemilik rumah, Tukijan, menggali tanah di halaman belakang rumahnya yang berada di Jalan Romo. Ia memilih area bekas pembuangan kotoran sapi karena kondisi tanahnya yang gembur.

Namun, saat baru menggali sedalam sekitar 10 hingga 20 sentimeter, ujung cangkul Tukijan mengenai sebuah bungkusan kantong plastik berwarna hitam. Plastik tersebut sedikit robek akibat terkena cangkul dan mengeluarkan bau menyengat.

Merasa curiga, Tukijan kemudian memanggil istrinya, Suratmi, serta beberapa pekerja bangunan di sekitar lokasi untuk memastikan isi bungkusan tersebut.

“Bapaknya kan mau mengubur anak kambing yang mati, terus mencangkul di belakang. Kaget, baru satu cangkulan kok ada barang yang baunya menyengat. Waktu cangkulnya mengenai plastik, plastiknya sobek. Pas saya bantu lihat dan diangkat, rasanya empuk-empuk. Begitu dibuka bersama warga dan Pak RT, ternyata isinya bayi,” ungkap Suratmi saat ditemui di kediamannya.

Setelah bungkusan dibuka, warga mendapati jasad bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi menghadap ke utara. Bayi tersebut dibungkus berlapis menggunakan kain mori putih, sebuah kerudung putih, dan kantong plastik hitam di bagian paling luar.

Secara fisik, jasad bayi masih utuh, memiliki rambut, serta dilengkapi ari-ari dan tali pusar yang sudah terpotong. Kondisinya mulai mengeluarkan bau tidak sedap, tetapi belum mengalami pembusukan lanjut.

Berdasarkan kondisi tersebut, jasad diperkirakan baru berusia satu hingga dua hari sejak dilahirkan.

Ketua RT 05 RW 16, Fuad Amin, yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi. Ia kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa dan aparat keamanan setempat.

“Waktu bungkusan dibuka, kondisinya bayi laki-laki. Karena baunya sudah sangat menyengat, saya tidak berani melihat lebih lama dan meminta warga agar tidak langsung memakamkannya. Ini urusan panjang, jadi kami segera melapor ke Pak Kasun, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Pare,” jelas Fuad Amin.

Ia menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, tidak ada warga sekitar, penghuni kos, maupun pendatang yang diketahui baru saja melahirkan atau menutupi kehamilannya.

Penemuan jasad bayi tersebut juga diwarnai kejadian mencurigakan pada malam sebelumnya. Suratmi mengatakan, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, anak perempuannya sempat ketakutan karena melihat seorang pria misterius yang mondar-mandir dan mengintip dari jendela rumah mereka.

Suratmi sempat keluar rumah untuk memeriksa, tetapi sosok tersebut tidak ditemukan dan tidak meninggalkan jejak kendaraan.

Kasus pembuangan jasad bayi tersebut kini ditangani jajaran Polsek Pare yang dipimpin Kapolsek AKP Wendi Sulistiono. Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kantong plastik dan kain yang digunakan untuk membungkus jasad.

Jenazah bayi laki-laki tanpa identitas tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses visum et repertum. Polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pihak yang membuang jasad bayi tersebut.