Massa Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Kediri Raya menyegel kantor Maxim di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri. (Dok. Tandaglobal/Rizky Rusdiyanto)

KEDIRI, Tandaglobal.news — Maxim Indonesia memberikan tanggapan terkait penyegelan kantor cabangnya di Kota Kediri oleh massa Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Kediri Raya. Perusahaan menegaskan program Turbo bersifat opsional, sementara pendaftaran mitra pengemudi baru tetap dibuka.

Tanggapan tersebut disampaikan Dirhamsyah, Director Development Maxim Indonesia, setelah massa pengemudi ojek online menyegel kantor Maxim di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari penyampaian aspirasi di Balai Kota Kediri pada Selasa (29/9/2026).

Dalam aksi itu, para pengemudi antara lain meminta penghapusan program Turbo serta pembatasan penerimaan mitra pengemudi baru.

Mereka menilai bertambahnya jumlah driver membuat persaingan mendapatkan order semakin ketat dan berdampak terhadap pendapatan.

Menanggapi persoalan Turbo, Maxim menjelaskan bahwa program tersebut bukan kewajiban bagi seluruh mitra.

Turbo merupakan pilihan bagi pengemudi yang ingin memperoleh prioritas lebih tinggi dalam mendapatkan pesanan selama lima jam dengan biaya tertentu.

“Program Turbo merupakan program yang bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi,” kata Dirhamsyah.

Maxim menyebut pengemudi yang tidak mengikuti Turbo tetap dapat menerima order dan memperoleh penghasilan melalui mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku.

Program tersebut juga disebut dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu.

Selain Turbo, Maxim turut memberikan penjelasan mengenai komisi aplikasi.

Perusahaan menyebut besaran komisi berada pada rentang 0–8%, sedangkan biaya platform telah diperhitungkan dalam tarif dasar dan tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra.

Untuk persoalan penerimaan driver baru, posisi Maxim berbeda dengan tuntutan massa aksi.

Perusahaan menyatakan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia untuk bergabung sebagai mitra pengemudi.