
Keikutsertaan dalam Expresi Santri 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk berjualan.
UMKM Srikandi Kediri juga membawa misi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan menganyam, termasuk menyasar kalangan santri di pondok pesantren.
“Kami berharap bisa terus memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga supaya memiliki pekerjaan sampingan yang menghasilkan. Untuk santri, kami juga ingin memberikan bekal keterampilan berwirausaha dan berkreasi,” ungkap Ratna.
Antusiasme terhadap stan UMKM juga terlihat dari pengunjung yang datang melihat berbagai produk lokal yang ditawarkan.
Desi, warga Ngasem, mengaku tertarik dengan produk-produk yang dipamerkan karena memiliki beragam model dan bisa menjadi pilihan oleh-oleh maupun kebutuhan sehari-hari.
“Produknya menarik, banyak pilihan dan modelnya juga bagus. Senang bisa melihat langsung produk UMKM Kediri seperti ini, apalagi ada yang dibuat oleh pengerajin lokal,” kata Desi.
Bagi UMKM Srikandi Kediri, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperluas pemasaran sekaligus memperkenalkan bahwa semangat kemandirian santri dan masyarakat dapat diwujudkan melalui keterampilan serta pengembangan usaha.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian Expresi Santri 2026 yang berlangsung 25 September hingga 4 Oktober 2026 di kawasan SLG, dengan berbagai kegiatan dan stan UMKM yang melibatkan masyarakat Kabupaten Kediri.



















Tinggalkan Balasan