
(Foto: Fitri Rahayu/Tandaglobal.news)
Tandaglobal.news | KEDIRI — Keberadaan objek wisata alam Sumber Dlopo memberikan cerita tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Salah satunya Winarti, pemilik warung kopi (warkop) yang telah menetap sekaligus membuka usahanya di kawasan wisata tersebut sejak tahun 1994.
Menurut Winarti, keberadaan destinasi wisata itu saat ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap omzet warungnya. Berdasarkan pengamatannya, jumlah kunjungan wisatawan justru mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Kalau dibilang berpengaruh, sebenarnya biasa saja. Justru lebih ramai kunjungan yang dulu dibandingkan sekarang,” ujar Winarti.
Pendapatan Harian Bergantung Momentum Liburan
Winarti menuturkan, pendapatan warungnya sangat bergantung pada momentum liburan. Warung miliknya biasanya mulai ramai didatangi pengunjung saat hari Minggu maupun musim libur sekolah.
Ia merinci, saat kondisi ramai pendapatan bersih yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp150 ribu per hari. Namun ketika kunjungan wisata sedang sepi, pendapatannya turun drastis menjadi sekitar Rp35 ribu per hari. Bahkan, tidak jarang warungnya sama sekali tidak didatangi pelanggan.
Di warung kopi miliknya, Winarti menyediakan menu andalan berupa nasi pecel dan kopi. Meski sebagian pengunjung lebih memilih membeli camilan atau jajanan di area lain, nasi pecel tetap menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang ingin menikmati hidangan berat.
Kerukunan Pedagang Tetap Terjaga

Meski jumlah pengunjung mengalami penurunan, Winarti mengaku tidak memiliki kendala berarti dalam menjalankan usahanya. Menurutnya, hubungan antarpedagang di kawasan Wisata Sumber Dlopo tetap terjalin dengan baik dan penuh kekeluargaan.
“Kendalanya tidak ada, biasa-biasa saja. Yang penting sesama pedagang di sini tetap rukun, itu yang paling utama,” tegasnya.
Warung kopi milik Winarti beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00–06.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Ia berharap kawasan Wisata Sumber Dlopo dapat kembali ramai seperti dahulu agar perekonomian para pedagang di sekitar lokasi wisata kembali menggeliat dan terus berputar.
Jurnalis: Fitri Rahayu