Menurut Ahmad, pemilihan bahan tidak dapat dilakukan sembarangan.

Tim harus menyesuaikannya dengan jenis cat sekaligus mempertimbangkan kondisi material kayu yang telah berusia lama.

Terlebih, jenis cat yang digunakan pelaku vandalisme tidak diketahui secara pasti.

Karena itu, tim melakukan pengujian bertahap untuk mencari bahan yang efektif tetapi tetap aman terhadap material asli objek.

Dari tiga warna cat yang ditemukan, warna hijau dan cokelat menjadi bagian yang paling sulit dibersihkan.

Ahmad menduga kedua jenis cat tersebut merupakan cat minyak.

Lamanya proses pembersihan juga dipengaruhi kondisi permukaan kayu.

BPK Jatim memperkirakan penanganan secara keseluruhan tidak cukup dilakukan dalam satu hari dan sangat mungkin membutuhkan waktu beberapa hari.

“Untuk kisaran satu meter persegi itu bisa tiga jam lebih. Bisa lebih, bahkan beberapa hari,” katanya.

Kondisi tersebut membuat proses konservasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Sebab, tujuan pembersihan bukan sekadar menghilangkan cat vandalisme, tetapi juga memastikan material asli Mbah Gleyor tetap terjaga.

Ahmad menyebut, setelah dilakukan pembersihan pada bagian roda, secara kasatmata memang terlihat sedikit perubahan warna.