Namun, perubahan tersebut dinilai tidak dapat dihindari karena permukaan telah mengalami perlakuan akibat vandalisme.
“Kalau sekilas tampak, warnanya agak berubah. Kita tidak bisa mengembalikan seperti sedia kala. Kita bersihkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Meski demikian, dari pengamatan awal, pembersihan tersebut belum menunjukkan perubahan berarti pada tekstur maupun kekuatan kayu.
Serat dan tekstur permukaan masih terlihat relatif sama.
“Kalau untuk tekstur sekilas tidak. Kekuatannya kayaknya masih sama,” kata Ahmad.
BPK Jatim selanjutnya akan menyusun rekomendasi teknis berdasarkan hasil uji coba.
Rekomendasi tersebut mencakup bahan yang digunakan, peralatan, hingga estimasi waktu yang diperlukan untuk membersihkan keseluruhan objek.
Selain pembersihan, perawatan pascakonservasi juga akan menjadi bagian dari rekomendasi.
Salah satu metode yang dipertimbangkan adalah penggunaan bahan tradisional berupa air rendaman tembakau, cengkeh, dan pelepah pisang.
Menurut Ahmad, metode tersebut lazim digunakan dalam perawatan koleksi kayu di sejumlah museum maupun bangunan tradisional.
Treatment tersebut tidak hanya bertujuan menjaga material kayu, tetapi juga membantu menonjolkan serat kayu sekaligus mencegah serangan rayap.




















Tinggalkan Balasan