KUANTAN SINGINGI, Tandaglobal.news PT Andalas Agro Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet alam menjadi crumb rubber di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pabriknya berada di kawasan Desa Logas, Kecamatan Singingi, di Jalan Raya Pekanbaru–Teluk Kuantan Km 133.

Perusahaan ini menjadi salah satu bagian penting dari industri pengolahan karet Riau. Kegiatan utamanya adalah membeli bahan olah karet rakyat atau bokar dari jaringan pemasok, mengolahnya menjadi karet remah dengan standar SIR 10 dan SIR 20, kemudian memasarkannya ke pasar dalam dan luar negeri.

Berawal dari Industri Pengolahan Karet Riau

Perkembangan PT Andalas Agro Lestari tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan industri crumb rubber di Provinsi Riau.

Industri pengolahan karet alam di Riau berkembang sejak era 1970-an, ketika pemerintah mendorong pengembangan industri crumb rubber sebagai bagian dari peningkatan nilai tambah komoditas karet. Pada tahap awal perkembangan industri tersebut, beberapa pabrik besar berdiri di Riau, sementara PT Andalas Agro Lestari kemudian menjadi salah satu perusahaan yang berkembang di kawasan Kuantan Singingi.

Kajian mengenai industri karet Riau mencatat PT Andalas Agro Lestari di Logas, Kabupaten Kuantan Singingi sebagai salah satu pabrik crumb rubber yang berkembang hingga periode setelah 2010.

Namun, tahun dan tanggal pendirian badan hukum PT Andalas Agro Lestari belum ditemukan dalam sumber primer yang cukup kuat. Karena itu, informasi seperti “didirikan pada tahun tertentu” sebaiknya tidak dicantumkan sebagai fakta tanpa dokumen akta atau profil resmi perusahaan.

Berkembang di Logas, Kuantan Singingi

PT Andalas Agro Lestari menjalankan kegiatan industrinya di kawasan Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi.

Dokumen akademik UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyebut perusahaan sebagai pengolah crumb rubber yang berada di Desa Logas, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian tersebut menggunakan data langsung dari staf keuangan dan pembukuan perusahaan serta dokumentasi internal, termasuk sejarah berdirinya perusahaan dan struktur organisasi.

Lokasi perusahaan berada di koridor jalan Pekanbaru–Teluk Kuantan, yang menghubungkan kawasan produksi karet di pedalaman dengan pusat perdagangan dan distribusi.

Direktori industri manufaktur BPS juga mencatat PT Andalas Agrolestari sebagai industri crumb rubber di Jalan Pekanbaru–Taluk Kuantan Km 133, Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi.

Mengolah Karet Rakyat Menjadi Crumb Rubber

Kegiatan utama PT Andalas Agro Lestari adalah mengolah bahan olah karet rakyat atau bokar menjadi karet remah.

Penelitian mengenai proses produksi perusahaan menjelaskan bahwa bahan baku yang diterima antara lain berupa lump/getah mangkuk dan slab. Bahan tersebut diperoleh melalui pedagang pengumpul yang memasok karet dari berbagai daerah.

Daerah pemasok yang disebut dalam penelitian antara lain Logas Tanah Darat, Pangean, Cerenti, Kuantan Singingi, Bangkinang, Gunung Toar, Sijunjung dan Muaro Bungo, selain daerah lainnya.

Dengan pola tersebut, keberadaan pabrik tidak hanya berkaitan dengan kegiatan industri, tetapi juga dengan mata rantai ekonomi yang melibatkan petani karet, pedagang pengumpul, tenaga kerja, transportasi dan perdagangan hasil perkebunan.

Memproduksi SIR 10 dan SIR 20

Produk utama PT Andalas Agro Lestari adalah SIR 10 dan SIR 20.

SIR merupakan singkatan dari Standard Indonesian Rubber, yaitu standar mutu karet alam olahan Indonesia yang digunakan dalam perdagangan dan industri karet.

Kajian mengenai industri karet Riau mencatat kapasitas PT Andalas Agro Lestari sebesar 40.000 ton per tahun, dengan produk SIR 10 dan SIR 20. Data tersebut bersumber dari GAPKINDO dalam kajian industri karet Riau.

Sementara pemberitaan ANTARA pada 2014 menyebut kapasitas terpasang pabrik PT Andalas Agro Lestari mencapai sekitar 42.000 ton per tahun, dan menyebutnya sebagai pabrik pengolahan karet terbesar di Riau pada saat itu.

Perbedaan angka 40.000 dan 42.000 ton per tahun kemungkinan berkaitan dengan periode atau sumber pendataan yang berbeda. Karena itu, keduanya lebih tepat disebut sebagai angka kapasitas yang tercatat pada sumber berbeda, bukan dipaksakan menjadi satu angka tunggal.

Menjadi Salah Satu Pabrik Besar di Riau

Pada awal 2010-an, industri karet Riau menghadapi persoalan ketidakseimbangan antara kapasitas pabrik dan pasokan bahan baku.

ANTARA melaporkan bahwa ketika itu hanya terdapat sembilan unit pabrik pengolahan karet yang dikelola enam perusahaan di Riau. Dalam kondisi tersebut, PT Andalas Agro Lestari disebut sebagai pabrik dengan kapasitas terpasang terbesar, sekitar 42.000 ton per tahun.

Kajian lain yang menggunakan data 2013 mencatat total kapasitas industri crumb rubber Riau sekitar 282.000 ton per tahun, sementara PT Andalas Agro Lestari memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun.

Posisi tersebut menunjukkan pentingnya PT Andalas Agro Lestari dalam jaringan industri pengolahan karet Riau pada periode tersebut.

Menghadapi Persoalan Pasokan Bahan Baku

Salah satu tantangan industri karet Riau adalah ketersediaan bahan baku untuk memenuhi kapasitas pabrik.

Pada saat itu, luas perkebunan karet Riau mencapai lebih dari 500 ribu hektare, tetapi sebagian besar merupakan perkebunan rakyat. ANTARA mencatat produksi karet rakyat sekitar 350 ribu ton per tahun dan sebagian bahan baku justru dijual ke luar daerah karena adanya perbedaan harga.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi industri pengolahan seperti PT Andalas Agro Lestari karena kapasitas mesin yang besar harus diimbangi dengan pasokan bokar yang memadai.

Kajian mengenai industri karet Riau juga menyoroti persoalan produktivitas tanaman karet rakyat dan tata niaga sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan industri pengolahan.

Terhubung dengan Pasar Internasional

PT Andalas Agro Lestari tidak hanya memproduksi karet untuk pasar domestik.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 15 pada 2023 menyebut PT Andalas Agro Lestari telah mengekspor crumb rubber kepada perusahaan ban luar negeri, termasuk Yokohama, Goodyear dan Pirelli.

Data perdagangan yang tersedia juga menunjukkan aktivitas ekspor perusahaan kepada pembeli di berbagai negara. Namun, untuk angka ekspor historis secara rinci, data perdagangan komersial pihak ketiga sebaiknya tidak disamakan dengan laporan resmi perusahaan.

Keterhubungan dengan produsen ban internasional menunjukkan bahwa produk PT Andalas Agro Lestari masuk ke rantai pasok industri karet global.

Proses Produksi

Pengolahan karet di PT Andalas Agro Lestari dimulai ketika bahan baku tiba di pabrik.

Bahan tersebut terlebih dahulu melalui proses sortasi. Tujuannya adalah mengelompokkan bahan berdasarkan jenis, kebersihan, ketebalan, kualitas dan asal bahan baku. Penelitian mengenai aktivitas produksi perusahaan menyebut proses tersebut mengacu pada ketentuan standar yang berlaku untuk bahan olah karet.

Setelah proses awal, bahan karet melewati rangkaian pengolahan hingga menjadi crumb rubber.

Tahapan tersebut merupakan bagian penting untuk memastikan produk akhir memenuhi spesifikasi mutu yang dibutuhkan konsumen industri.

Tenaga Kerja dan Perubahan Kondisi Operasional

PT Andalas Agro Lestari juga menjadi sumber lapangan pekerjaan di wilayah sekitar pabrik.

Penelitian UIN Suska tahun 2018 menggunakan karyawan PT Andalas Agro Lestari di Kecamatan Singingi sebagai objek penelitian.

Sementara penelitian yang dipresentasikan pada 2023 mencatat jumlah tenaga kerja sekitar 130 orang, turun dari sebelumnya lebih dari 300 orang. Penelitian tersebut mengaitkan pengurangan tenaga kerja dengan PHK yang terjadi pada masa pandemi COVID-19.

Angka tenaga kerja tersebut tentu menggambarkan kondisi pada periode penelitian dan tidak dapat dianggap sebagai jumlah karyawan tetap perusahaan sepanjang sejarahnya.

Aktivitas Perusahaan pada 2010-an

Keberadaan PT Andalas Agro Lestari telah tercatat dalam berbagai direktori industri pemerintah.

Direktori Industri Pengolahan Indonesia 2006 mencatat PT Andalas Agro Lestari sebagai perusahaan dengan produk utama crumb rubber, beralamat di Jalan Raya Taluk–Pekanbaru, Singingi, Kuantan Singingi, Riau. Direktori tersebut mencatat 142 tenaga kerja pada tahun pendataan.

Catatan ini penting karena menunjukkan bahwa PT Andalas Agro Lestari telah menjadi bagian dari industri manufaktur karet Riau setidaknya pada pertengahan 2000-an.

Data tersebut juga memperlihatkan bahwa jumlah tenaga kerja perusahaan berubah dari waktu ke waktu, sebagaimana terjadi pada banyak industri manufaktur.

Tercatat sebagai Industri Karet hingga 2023

Keberadaan PT Andalas Agro Lestari masih tercatat dalam Direktori Industri Manufaktur Besar dan Sedang Provinsi Riau 2023.

BPS mencatat perusahaan tersebut dalam kelompok industri karet, barang dari karet dan plastik, dengan produk utama crumb rubber dan klasifikasi tenaga kerja 100 orang atau lebih. Lokasinya dicatat di Jalan Pekanbaru–Taluk Kuantan Km 133, Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih masuk dalam pendataan industri manufaktur Riau pada 2023.

Masuk dalam Pemantauan Lingkungan Pemerintah

PT Andalas Agro Lestari juga tercatat dalam dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Dokumen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat PT Andalas Agro Lestari sebagai perusahaan sektor karet yang berlokasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Catatan PROPER menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan termasuk dalam objek pemantauan kinerja pengelolaan lingkungan oleh pemerintah.

Persoalan Ketenagakerjaan

Dalam perjalanannya, PT Andalas Agro Lestari juga pernah menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Pada Januari 2022, Riau Online melaporkan adanya pengaduan serikat pekerja kepada DPRD Kabupaten Kuantan Singingi mengenai dugaan pembayaran upah di bawah UMK. DPRD kemudian berencana memanggil perusahaan untuk melakukan hearing.

Penting dicatat, pemberitaan tersebut merupakan laporan mengenai pengaduan pekerja, bukan putusan hukum yang membuktikan seluruh tuduhan tersebut. Dalam pemberitaan yang sama, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan ketika berita diterbitkan.

Karena itu, persoalan tersebut sebaiknya ditulis sebagai bagian dari catatan perjalanan perusahaan, bukan sebagai kesimpulan bahwa perusahaan terbukti melakukan pelanggaran.

Perjalanan PT Andalas Agro Lestari dalam Industri Karet Riau

Jika dilihat dari catatan yang tersedia, perjalanan PT Andalas Agro Lestari merupakan bagian dari perkembangan industri karet Riau dari sektor perkebunan rakyat menuju industri pengolahan dengan orientasi ekspor.

Perusahaan berkembang di kawasan Logas, Kuantan Singingi, dengan kegiatan utama mengolah bokar menjadi SIR 10 dan SIR 20. Kapasitas produksinya pernah tercatat sekitar 40.000–42.000 ton per tahun, menjadikannya salah satu pabrik karet terbesar di Riau pada periode tertentu.

Produk perusahaan kemudian masuk ke rantai pasok industri ban internasional, sementara bahan bakunya berasal dari jaringan petani dan pedagang pengumpul dari berbagai daerah.