Kediri,Tandaglobal.news-Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri memiliki cerita asal-usul yang berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat. Cerita tersebut berkaitan dengan sosok Patih Maudoro yang dalam sejumlah catatan sejarah dikenal sebagai salah satu tokoh penting pada masa akhir Kerajaan Majapahit
Anton Sujarwo, warga setempat bercerita mengenai asal-usul Dusun Dorok belum dapat disebut sebagai sejarah murni karena belum ditemukan data primer seperti prasasti maupun naskah kuno yang secara langsung menyebut berdirinya wilayah tersebut. Namun, cerita yang diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi menjadi bagian penting dalam identitas dan sejarah lokal Dusun Dorok.
Ia menjelaskan, masyarakat setempat sejak dahulu mengenal wilayah tersebut sebagai tempat yang berkaitan dengan kepatihan. Penelusuran terhadap sejumlah naskah, buku, dan literatur kemudian menemukan keterkaitan nama tersebut dengan sosok Patih Maudoro, yang juga dikenal dengan nama Patih Amdura atau Patih Udara dalam sejumlah catatan Portugis.
Patih Maudoro diperkirakan pernah berada di wilayah Keling atau yang dikenal dengan Bre Keling sebelum berpindah menuju Daha, Kediri, sekitar tahun 1500. Seiring berjalannya waktu, penyebutan nama Maudoro yang berlangsung selama ratusan tahun diyakini mengalami perubahan secara perlahan hingga menjadi sebutan Dorok yang kemudian melekat pada wilayah tersebut.
“Cerita ini memang lebih tepat disebut sebagai legenda masyarakat karena data primernya belum ditemukan. Namun, cerita tersebut sudah melekat kuat dan terus diwariskan oleh masyarakat dari generasi ke generasi,” jelasnya Kamis (13/8/2026).
Keberadaan legenda tersebut juga pernah mendapatkan perhatian dalam ajang lomba di tingkat Kabupaten Kediri. Cerita mengenai asal-usul wilayah tersebut berhasil masuk dalam 10 besar nominasi, sehingga semakin memperkuat keberadaan kisah lokal tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat.
Menurut pria yang juga melestarikan arca di Dusun Dorok, legenda Patih Maudoro tidak hanya menceritakan asal-usul sebuah wilayah, tetapi juga memiliki nilai moral yang dapat dipelajari generasi muda. Sosok Patih Maudoro digambarkan sebagai pemimpin yang bijaksana dan tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang maupun ajaran yang dianut, termasuk Hindu dan Buddha.
Nilai tersebut dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Generasi muda diharapkan dapat mengambil keteladanan dari sikap kepemimpinan Patih Maudoro, terutama dalam menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta mengambil keputusan secara bijaksana.
Keunikan cerita lokal tersebut bahkan telah menarik perhatian dari kalangan akademisi hingga mancanegara. Sejumlah mahasiswa asal Jepang direncanakan melakukan kunjungan untuk mempelajari dan meliput sejarah lokal di kawasan tersebut.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah dan cerita rakyat Dusun Dorok kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah keterbatasan bukti primer, masyarakat tetap berupaya menjaga legenda Patih Maudoro sebagai warisan cerita lokal yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan pesan moral bagi generasi penerus.
Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan