KEDIRI, Tandaglobal.news Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur melakukan survei sekaligus uji coba penanganan vandalisme pada situs Mbah Gleyor di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu (12/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan metode pembersihan yang aman tanpa merusak material kayu pada objek bersejarah tersebut.

Konservator BPK Jawa Timur Ahmad Latif mengatakan, pihaknya mencoba sejumlah metode pembersihan terhadap cat yang dicoretkan pada bagian objek.

Tahap awal dilakukan menggunakan air, namun metode tersebut dinilai tidak efektif sehingga dilanjutkan dengan bahan lain.

“Untuk cat yang putih, menggunakan alkohol bisa dibersihkan, tetapi membutuhkan waktu agak lama. Sedangkan cat berwarna hijau dan cokelat kami coba menggunakan etil asetat dan bisa dibersihkan. Pada tahap akhir tetap menggunakan alkohol,” ujar Ahmad.

Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan menyikat permukaan menggunakan bahan pembersih, kemudian membasahinya kembali dan membilasnya.

Setiap tahapan juga harus diikuti dengan pengelapan untuk mengurangi kelembapan pada kayu.

Menurut Ahmad, proses tersebut membutuhkan waktu cukup lama.

Karena itu, BPK Jatim masih melakukan uji coba untuk mengetahui estimasi waktu yang diperlukan dalam membersihkan seluruh bagian objek.

“Misalnya untuk satu roda ini kami lihat membutuhkan berapa jam. Ini masih proses uji coba pembersihan,” katanya.

Hasil uji coba tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam laporan yang berisi rekomendasi teknis.

Laporan itu akan mencakup jenis bahan yang digunakan, kebutuhan bahan, estimasi jumlah bahan, hingga perkiraan durasi penanganan seluruh objek.

Dalam pelaksanaannya nanti, proses pembersihan akan dilakukan oleh pemerintah daerah dengan pendampingan tim teknis BPK Jawa Timur.