

Kediri, Tandaglobal.news — Aksi vandalisme di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, tidak hanya menyasar Situs Kereta Mbah Gleyor yang diyakini sebagai salah satu peninggalan sejarah Kabupaten Kediri. Sebuah kompleks makam keluarga kuno peninggalan era kolonial Belanda yang berada tidak jauh dari lokasi juga menjadi sasaran perusakan.
Coretan cat ditemukan pada pagar pembatas dan gapura pintu masuk kompleks makam.
Selain itu, patung yang berada di dalam area makam sebelumnya juga telah dicat oleh orang tidak dikenal.
Giran (70), juru kunci makam, mengungkapkan aksi vandalisme di dalam kompleks makam pertama kali terjadi sekitar satu bulan lalu.
Saat itu, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa datang membawa kaleng cat dan senjata tajam.
“Yang pertama dicat patung yang ada di dalam makam. Orangnya membawa cat dan senjata tajam, sehingga warga tidak berani mendekat ataupun mengusir,” ujarnya.
Menurut Giran, aksi tersebut tidak berhenti dalam satu hari.
Keesokan harinya, pelaku kembali datang dan mencoret pagar serta gapura pintu masuk kompleks makam.
“Datangnya bertahap. Setelah patung di dalam dicat, besoknya pagar dan pintu masuk juga ikut dicat,” katanya.
Giran mengaku tidak mengetahui apakah pelaku vandalisme di kompleks makam merupakan orang yang sama dengan pelaku perusakan di Situs Kereta Mbah Gleyor.
“Saya tidak tahu apakah orangnya sama atau bukan,” ucapnya.
Giran menjelaskan, kompleks tersebut merupakan makam keluarga lama yang masih memiliki hubungan keturunan dengan warga Desa Kandat.
Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, keluarga yang dimakamkan di lokasi tersebut merupakan keluarga terpandang pada masa kolonial Belanda.
Selama ini, kompleks makam dirawat secara sederhana oleh keluarga bersama juru kunci.
Namun, pengamanan di lokasi masih terbatas sehingga pelaku diduga masuk melalui bagian belakang kompleks setelah melepaskan kawat pembatas.
“Masuknya lewat belakang. Kawatnya dilepas dulu sehingga bisa masuk ke dalam,” jelasnya.
Peristiwa ini menambah daftar objek bersejarah di Desa Kandat yang menjadi sasaran vandalisme.
Sebelumnya, Kereta Mbah Gleyor juga ditemukan dalam kondisi dicat menggunakan warna putih, cokelat, dan hijau.
Kepolisian bersama Pemerintah Desa Kandat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua kasus tersebut.
Kalangan pegiat budaya berharap pengamanan seluruh situs bersejarah di Desa Kandat segera diperkuat.
Selain mempercepat pengungkapan pelaku, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap warisan budaya yang memiliki nilai sejarah bagi Kabupaten Kediri.




















Tinggalkan Balasan