KEDIRI, TandaGlobalNews – Sekitar 300 salah satu aplikator ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Kediri Raya menggelar aksi di depan Balai Kota Kediri, Selasa (29/9/2026).
Dalam aksi tersebut, para pengemudi membawa sejumlah poster dan banner berisi tuntutan kepada pihak Maxim. Dua tuntutan utama yang disampaikan yakni menghapus layanan Maxim Turbo dan membatasi penerimaan mitra atau driver baru.
Humas Garda Kediri Raya, Saiful Arif, mengatakan layanan Maxim Turbo menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan para pengemudi. Menurutnya, driver harus membayar Rp15 ribu untuk mendapatkan layanan Turbo selama tiga jam.
“Teman-teman dari Maxim tuntutannya ada dua, hapus layanan Turbo berbayar Rp 15 ribu per tiga jam dan pembatasan driver baru,” kata Saiful saat ditemui di lokasi aksi.
Ia menjelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk mengaktifkan Turbo dinilai semakin membebani penghasilan pengemudi. Terlebih, pendapatan yang diperoleh setelah potongan aplikasi masih harus digunakan untuk biaya operasional seperti bahan bakar minyak (BBM).
“Driver Turbo kita membeli dengan harga Rp15 ribu per tiga jam. Setelah membeli sudah dipotong, jadi akhirnya rugi besar teman-teman,” ujarnya.
Saiful mencontohkan pengalamannya saat mencoba layanan Turbo selama tiga jam. Dalam periode tersebut, ia mengaku memperoleh sekitar Rp40 ribu dari sejumlah pelanggan. Setelah dikurangi biaya Turbo dan BBM, pendapatan yang tersisa dinilai sangat kecil.
“Saya kemarin tiga jam coba dapat Rp 40 ribu. Per customer sekitar Rp10 ribuan. Dari Rp40 ribu itu, laba bersih saya kemarin Rp23 ribu, belum BBM sekitar Rp20 ribu. Sisanya cuma Rp3 ribu,” ungkapnya.
Selain persoalan Turbo, Garda Kediri Raya juga meminta adanya pembatasan penerimaan driver baru. Mereka menilai jumlah mitra yang terus bertambah perlu disesuaikan dengan kondisi order agar pendapatan pengemudi yang sudah bergabung tidak semakin terbebani.
Dengan adanya aksi tersebut, para pengemudi berharap Pemerintah Kota Kediri dapat menjadi mediator antara para driver dengan pihak Maxim.
“Kami berharap pemerintah bisa menjembatani kita supaya aplikasi mau bertanggung jawab dengan adanya Turbo ini,” pungkas Saiful.
Editor: Rizky Rusdiyanto



















Tinggalkan Balasan