Kunjungan internasional tersebut juga dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar sanggar karena berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung.

“Artinya dengan kedatangan mereka, akan membawa magnet positif sehingga orang-orang yang mampir juga bisa membeli jajanan yang dijual UMKM,” tambahnya.

Meski persiapan dilakukan secara mendadak akibat perubahan jadwal dari Sabtu menjadi Jumat, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung lancar.

Pihak sanggar memusatkan persiapan pada anak-anak agar dapat menampilkan materi tari yang telah mereka kuasai.

Kedua mahasiswa asal Amerika Serikat itu tampak antusias mengikuti seluruh kegiatan dan mengagumi kemampuan anak-anak sanggar dalam menghafal gerakan tari yang kompleks serta menyesuaikannya dengan tempo musik.

Sophia dan Tori mengaku tidak ingin menyerah dan bertekad terus mempelajari tari tradisional Indonesia sebelum melanjutkan kunjungan budaya ke Museum Anjuk Ladang di Pagu pada hari berikutnya.