Dalam kunjungan kali ini, sanggar memperkenalkan Tari Caping Ayu, Tari Merak Sutro, Tari Listu Hayu, dan Tari Bumi Langit sesuai jenjang kelas peserta didik.

Sophia dan Tori mengaku paling tertarik dengan Tari Merak Sutro yang menggunakan selendang serta Tari Listu Hayu yang menggunakan properti kipas karena dinilai lebih mudah dipelajari dibandingkan Tari Bumi Langit yang memiliki tempo musik lebih cepat.

Meril mengatakan Tori memiliki latar belakang sebagai penari balet sehingga terlihat lebih lentur saat mempraktikkan gerakan tari tradisional Indonesia.

Ia juga menilai pengenalan budaya lokal kepada mahasiswa asing penting untuk membangun kesan positif terhadap Kabupaten Kediri.

Menurut Meril, Kabupaten Kediri memiliki kekayaan budaya yang besar, termasuk kisah Calon Arang yang selama ini sering dianggap berasal dari Bali meski berasal dari Kediri.