Tandaglobal.news | KEDIRI — Sanggar Sekartaji Kontemporer Pare menyambut kedatangan dua mahasiswa asal University of Richmond, Amerika Serikat, yakni Sophia Meg Rodriguez dan Tori Seidel Stivelman, pada Jumat (17/7/2026).
Kunjungan budaya tersebut bertujuan mengenalkan lebih dekat seni dan budaya Indonesia, khususnya seni tari tradisional yang diajarkan di sanggar tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, Sophia dan Tori didampingi Sri Indayatun, yang akrab disapa Mem Atun di kalangan siswa Basic English Course (BEC).
Mem Atun berperan sebagai intercultural coach atau pendamping lintas budaya sekaligus guru bahasa Indonesia bagi para mahasiswa asing selama mengikuti program magang (internship) di Indonesia.
Program kerja sama tersebut telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali dimulai pada 2022.
Menurut Sri Indayatun, program ini bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing tanpa mengesampingkan perkembangan zaman.
“Kita itu Indonesia walaupun kita tidak bisa meninggalkan modernitas kehidupan dan penggunaan teknologi, tapi di sisi lain kita punya nilai bahwa inilah Indonesia,” jelas Sri Indayatun.
Ia mengatakan salah satu cara menjaga nilai tersebut adalah dengan terus melestarikan sejarah dan budaya kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
“Indonesia itu punya sejarah. Dan untuk menguri-uri atau memelihara sejarah, salah satunya dengan mempertontonkan tarian tradisional,” lanjutnya.
Pemilihan Sanggar Sekartaji Kontemporer Pare sebagai lokasi kunjungan didasarkan pada letaknya yang strategis serta reputasinya dalam melestarikan tari tradisional.




















Tinggalkan Balasan