Selain belajar menari, Sophia dan Tori juga mengikuti berbagai kegiatan budaya di sejumlah daerah untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat Indonesia.
Mereka belajar membatik dan membuat tembikar (pottery) di Yogyakarta.
Keduanya juga belajar membuat emping di Mojono.
Sophia dan Tori turut mengunjungi pasar tradisional untuk berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia saat berbelanja.
Mereka juga diajak menikmati berbagai kuliner lokal, termasuk mencicipi mi pedas populer, Mie Gacoan.
Sri Indayatun menilai pengalaman secara langsung menjadi cara yang efektif untuk menghilangkan stereotipe negatif tentang Indonesia yang masih berkembang di sebagian media luar negeri.
“Kita mau menunjukkan kepada mereka, loh kami itu Islam, tapi kami itu friendly, kami itu punya budaya seperti ini, kami juga beragam,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak mahasiswa asing yang terkejut setelah merasakan langsung keramahan masyarakat Indonesia karena pengalaman tersebut berbeda dengan gambaran yang selama ini mereka peroleh.
Selama enam minggu berada di Indonesia, mulai 12 Juni hingga dijadwalkan kembali ke Amerika Serikat pada 25 Juli 2026, kedua mahasiswa tersebut tidak hanya belajar budaya Indonesia.
Mereka juga membantu siswa-siswi BEC meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui berbagai kelas interaktif.




















Tinggalkan Balasan