
KEDIRI, Tandaglobal.news — Petani di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menghadapi kendala saat menyiapkan lahan untuk musim tanam. Angin kencang yang bertiup pada siang hari selama musim kemarau membuat mulsa plastik yang telah terpasang rapi terangkat hingga terbawa angin.
Mardi (57), petani setempat, mengatakan mulsa terkadang sudah terlepas hanya dalam dua hingga tiga hari setelah pemasangan.
Kondisi ini membuat petani harus kembali ke lahan untuk memperbaiki bagian yang rusak atau hilang.
“Sudah dipasang rapi, dua sampai tiga hari kemudian dilihat lagi sebagian mulsa sudah hilang terbawa angin,” ujar Mardi, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, kondisi tanah yang kering turut memengaruhi kekuatan kancingan atau pasak untuk menahan mulsa.
Tanah yang mengeras membuat pasak sulit tertancap kuat, sehingga mulsa lebih mudah terangkat ketika angin bertiup kencang.
Pekerjaan yang seharusnya selesai pada tahap persiapan lahan pun harus diulang.
Petani perlu mengeluarkan waktu dan tenaga tambahan untuk merapikan kembali mulsa agar permukaan tanah tetap tertutup sebelum penanaman dimulai.
“Setelah dibenahi, kadang besoknya terlepas lagi. Jadi harus bolak-balik memperbaiki mulsa,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Wawan (40).
Ia menyebut angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petani yang sedang mempersiapkan lahan.
Mulsa yang terangkat tidak hanya mengganggu kerapian penutup tanah, tetapi juga membuat pekerjaan pemasangan menjadi kurang efektif jika terus berulang.
Mulsa digunakan untuk menutup permukaan tanah, membantu menjaga kelembapan, serta menekan pertumbuhan gulma.
Karena itu, pemasangannya perlu dilakukan dengan kuat agar dapat berfungsi optimal selama masa budi daya.
“Kalau anginnya kencang, mulsa yang sudah terpasang bisa terangkat. Tanah yang kering membuat penahannya kurang kuat,” kata Wawan.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, petani berupaya menahan mulsa menggunakan batu-batu kecil yang diletakkan di atasnya, terutama pada bagian yang mudah terangkat.
Cara sederhana ini dilakukan agar mulsa tidak mudah tersingkap saat angin bertiup.
“Batu kecil diletakkan di sela-sela atau di atas mulsa supaya lebih kuat menahan angin. Kalau tidak, bisa terbang lagi,” jelasnya.
Angin kencang di tengah musim kemarau menjadi kendala tambahan bagi petani Puncu dalam mempersiapkan musim tanam.
Selain menghadapi kondisi tanah yang kering, mereka juga harus memastikan mulsa tetap terpasang agar persiapan lahan berjalan lancar.



















Tinggalkan Balasan