KEDIRI, Tandaglobal.news — Jenazah Aditya Firmansyah, warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, korban musibah Kapal Virgo Transport 8, telah dipulangkan ke rumah duka. Jenazah tiba sekitar pukul 09.49 WIB, Jumat (25/9/2026), setelah diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Juanda.

Kepastian identitas Aditya Firmansyah diperoleh keluarga setelah hasil tes DNA dinyatakan cocok.

Sebelumnya, tim SAR juga mengidentifikasi korban melalui pakaian yang dikenakan serta gelang milik Aditya.

Ana Roudhotul Azka (27), saudara keponakan Aditya, mengatakan pihak keluarga menerima kepastian kabar duka pada sore hari sebelum Magrib.

Hasil pemeriksaan DNA menjadi dasar keluarga untuk memastikan korban yang ditemukan merupakan Aditya.

“Kami mendapat kepastian sekitar pukul 16.00 WIB setelah hasil tes DNA keluar dan dinyatakan cocok. Sebelumnya, tim SAR juga mengenali dari pakaian dan gelang yang dikenakan Aditya,” kata Ana.

Jenazah Aditya kemudian dipulangkan dari Banjarmasin menuju Jawa.

Setibanya di Bandara Juanda, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Ariyanto dari BPBD Kabupaten Kediri mengatakan proses pemulangan jenazah dilakukan setelah pihak keluarga mendapatkan kepastian identitas korban.

Jenazah tiba di rumah duka pada Jumat pagi dalam kondisi berada di dalam peti jenazah.

“Jenazah diterbangkan dari Banjarmasin pagi menuju Bandara Juanda. Setelah itu langsung dibawa ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 09.49 WIB,” ujar Ariyanto.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah Aditya kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga.

Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban.

Aditya dikenal keluarga sebagai sosok pekerja keras.

Sejak masih bersekolah di SMA Al Wahid, Kecamatan Kepung, Aditya telah memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja.

Saat mengikuti pembelajaran pada siang hari, ia menggunakan waktu pagi untuk bekerja di pengaspalan jalan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Aditya sempat bekerja di perusahaan pengiriman paket di Surabaya bersama kakaknya, Tri Sutrisno.

Ia kemudian kembali bekerja di pengaspalan sebelum akhirnya ikut dalam perjalanan pengiriman paket menuju Banjarmasin sebagai kernet bersama kakaknya.