KEDIRI, TandaGlobalNews – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menggelar touring religi sekaligus berziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh pendahulu di Kota Kediri, Minggu (18/10/2026) pagi.

Kegiatan yang diikuti sekitar ratusan peserta ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri dan tokoh NU.

Touring religi menggunakan sepeda motor tersebut dimulai dari halaman Mapolres Kediri Kota. Rombongan kemudian menyusuri sejumlah lokasi ziarah, yakni makam di Lirboyo, Banjarmlati, Setono Gedong, hingga Jamsaren, sebelum mengakhiri perjalanan di Omah Sawah.

Pemberangkatan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, serta Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko.

Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil mengatakan, touring religi merupakan salah satu dari beberapa agenda yang disiapkan untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun ini. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana mengenang perjuangan para pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi Nahdlatul Ulama maupun Indonesia.

“Peringatan Hari Santri 2026 ini, PCNU Kota Kediri melaksanakan beberapa kegiatan. Pertama, ziarah makam di Kediri, mulai Lirboyo, Banjarmlati, Setono Gedong, sampai Jamsaren,” jelasnya.

Gus Ab sapaan akrabnya menyampaikan, peserta touring berasal dari berbagai unsur, mulai pengurus NU, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Kediri,nhingga warga Nahdliyin. Total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut kurang lebih 500 orang.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan kembali peran santri dan Nahdlatul Ulama dalam perjalanan bangsa.

“Yang jelas tujuan kegiatan ini untuk mengenang para muasis atau pendahulu kita yang telah berkontribusi untuk NU, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Gus Ab menambahkan, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Kota Kediri tidak berhenti pada kegiatan touring religi dan ziarah makam hari ini. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan dalam kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

“Pada 25 Oktober mendatang, kegiatan gobak sodor akan digelar oleh Fatayat NU. Selanjutnya jalan sehat sarungan pada 1 November 2026, dan rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sekaligus liwetan pada 13 November 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, santri dan warga Nahdliyin memiliki tanggung jawab untuk terus berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harapan Hari Santri tentunya sesuai dengan taglinenya, bagaimana kita bisa menjaga NKRI, selalu berkontribusi untuk bangsa dan negara,” pungkas Ketua PCNU Kota Kediri.

Editor: Rizky Rusdiyanto