JAKARTA, Tandaglobal.news — Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendukung penyediaan ruang ekspresi bagi anak-anak penyandang disabilitas melalui seni tari. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Komunitas Aku Menari di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mendorong kesempatan setara bagi anak-anak penyandang disabilitas, yang mayoritas merupakan anak dengan sindrom Down, untuk berkarya, berekspresi, serta mengembangkan minat dan bakat di bidang seni.
Dalam audiensi tersebut, Gibran mengapresiasi rencana pagelaran seni yang melibatkan anak-anak disabilitas dari Komunitas Aku Menari. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.
Gibran juga menawarkan auditorium Istana Wakil Presiden sebagai tempat latihan rutin. Fasilitas itu diharapkan membantu komunitas mengatasi kendala tempat latihan sekaligus mendukung persiapan menjelang pagelaran.
Dukungan ruang latihan menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan komunitas dalam mempersiapkan pertunjukan. Dengan fasilitas memadai, anak-anak dapat berlatih secara rutin dan mengembangkan kemampuan menari sesuai minat masing-masing.
Gibran meminta agar persiapan pagelaran terus dilanjutkan. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan tersebut agar terlaksana sesuai rencana.
Seni tari menjadi salah satu sarana bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat.
Melalui kegiatan semacam ini, kesempatan anak-anak disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan kebudayaan diharapkan semakin terbuka.
Usai audiensi, Gibran mengajak para penari Komunitas Aku Menari berkeliling Istana Wakil Presiden di Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan antara Wapres dan komunitas yang memperjuangkan ruang berkarya bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Dukungan terhadap komunitas seni inklusif diharapkan mendorong lebih banyak pihak menyediakan fasilitas, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi anak-anak disabilitas.
Dengan demikian, keterbatasan akses terhadap tempat latihan dan ruang pertunjukan dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat.



















Tinggalkan Balasan