KEDIRI, Tandaglobal.news — Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, terus mengembangkan potensi lokal melalui sektor pertanian dan peternakan. Komoditas hortikultura seperti bawang, tomat, cabai, dan sayuran menjadi andalan masyarakat karena memiliki masa panen relatif singkat.
Kepala Desa Asmorobangun, Sunardi, menjelaskan bahwa desa tersebut terbentuk dari penggabungan wilayah sekitar dekade 1970-an. Hingga kini, asal-usul nama Asmorobangun masih dalam penelusuran.

“Kenapa dinamakan Asmorobangun? Nah, itu kadang-kadang banyak yang tanya sama saya. Ya, dan ini juga masih dalam pencarian sebetulnya, kenapa kok diaplikasikan nama Asmorobangun? Apa ada kaitannya dengan Panji Asmorobangun sejarah Kediri dan sebagainya? Kita juga masih belum bisa sampai berani menyimpulkan sampai sekarang,” ujar Sunardi saat ditemui pada Kamis (15/10/2026).
Menurut Sunardi, masyarakat Asmorobangun memiliki latar belakang beragam, termasuk warga yang sebelumnya berasal dari kawasan perkebunan dan Perhutani. Perpaduan latar belakang tersebut turut membentuk karakter dan kebiasaan masyarakat setempat.
Hortikultura dan Dukungan Pertanian
Sunardi mengatakan, pertanian di Asmorobangun mengalami perubahan dari perkebunan, seperti nanas dan kopi, menuju komoditas hortikultura. Perubahan ini turut dipengaruhi generasi muda yang mempertimbangkan kecepatan perputaran modal dalam memilih tanaman.
“Kalau sayur itu kan paling 3 bulan, nggih? Sementara yang perkebunan kayak kebun dan sebagainya, apalagi nanas itu kan setahun sampai 2 tahun, itu kan enggak nutut kalau anak-anak muda bilang sekarang yang nunggu duit panen 1,5 tahun, nunggu 1 tahun baru panen itu kan sudah enggak asyik. Sukanya yang cepat gitu. Sukanya yang turn over-nya cepat,” kata Sunardi.
Untuk mendukung petani, pemerintah desa menyediakan jalan usaha tani dan mengembangkan layanan pengairan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Desa juga memiliki sumur yang dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian.
“Yang pertama, ada jalan usaha tani. Yang kedua, kita sudah siapkan salah satu BUMDes, kita ini punya BUMDes, salah satu usahanya itu adalah penyediaan air pertanian, air untuk pertanian. Sumur yang dialirkan ke pertanian,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, peternakan juga mendapat perhatian melalui bantuan ternak kambing dan sapi. Pemerintah desa turut mendukung upaya vaksinasi ternak ketika terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).



















Tinggalkan Balasan