BANDUNG, TandaGlobalNews — Pabrik Teh Arumsari memiliki posisi yang cukup unik dalam jaringan industri teh Pangalengan-Kertasari. Berbeda dari sejumlah pabrik teh lain di kawasan tersebut yang menggunakan sistem Orthodox, Arumsari dikenal sebagai pabrik teh CTC dan berada di kawasan Afdeling Cibutarua yang merupakan bagian dari Kebun Sedep.
Kawasan perkebunan Cibutarua berada di bagian selatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dekat perbatasan dengan wilayah Garut. Kawasan tersebut merupakan bagian dari jaringan perkebunan teh yang secara historis berkembang di wilayah Pangalengan dan Kertasari.
Nama Arumsari tercatat dalam katalog PTPN Group sebagai salah satu pabrik teh di kawasan Pangalengan. Berbeda dengan Kertamanah, Malabar, Pasirmalang, Purbawindu, Santosa, Taloon dan Sedep yang dicatat sebagai pabrik Orthodox, Arumsari tercatat sebagai pabrik CTC.
Hubungan Arumsari dengan Sedep menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaannya. Informasi mengenai kawasan Cibutarua menyebut bahwa afdeling tersebut merupakan bagian dari Perkebunan Teh Sedep dan memiliki Pabrik Teh Arumsari. Sumber yang sama menyebut Kebun Sedep memiliki dua pabrik, yakni Sedep dan Arumsari.
Sistem CTC merupakan teknologi pengolahan teh yang berbeda dari metode Orthodox. CTC merupakan singkatan dari Crushing, Tearing and Curling, yaitu proses penghancuran, penyobekan dan penggulungan daun teh secara mekanis.
Penggunaan sistem CTC memungkinkan pabrik menghasilkan partikel teh yang lebih kecil dan seragam. Teknologi tersebut banyak digunakan untuk menghasilkan teh hitam yang cocok untuk kebutuhan teh celup dan industri pencampuran.
Arumsari juga memiliki hubungan dengan perkembangan perkebunan Sedep yang telah berlangsung sejak masa kolonial. Kebun Sedep sendiri berada di bawah N.V. Cultuurmaatschappij Sedep Amsterdam pada masa Hindia Belanda dan memiliki sejarah pabrik yang telah terdokumentasi sejak awal abad ke-20.
Setelah kemerdekaan, sistem perkebunan berubah melalui nasionalisasi perusahaan asing. Kebun-kebun teh di Jawa Barat kemudian masuk ke dalam perusahaan perkebunan negara dan mengalami berbagai reorganisasi kelembagaan.
Dalam perkembangan PTPN, Arumsari menjadi bagian dari jaringan produksi teh Jawa Barat. Katalog PTPN Group mencatatnya sebagai salah satu pabrik teh di kawasan Pangalengan, sedangkan informasi lapangan pada 2024 menyebut pabrik tersebut masih berproduksi dengan baik.
Keberadaan Arumsari memperlihatkan bahwa kawasan perkebunan Pangalengan-Kertasari memiliki sistem industri yang cukup kompleks. Satu kawasan tidak hanya memiliki satu pabrik, tetapi beberapa fasilitas dengan metode pengolahan berbeda sesuai kebutuhan produksi dan karakter pasar.
Dari sisi geografis, Cibutarua juga memiliki posisi penting karena berada di jalur perkebunan yang menghubungkan kawasan Bandung Selatan dengan Garut. Jalur tersebut sekaligus menjadi bagian dari jaringan pengangkutan hasil perkebunan.
Dalam restrukturisasi terbaru perusahaan perkebunan negara, unit-unit teh di selatan Bandung berada dalam struktur PTPN I Regional 2. Perusahaan tersebut pada 2025 menyatakan kawasan Pangalengan dan Ciwidey kembali menjadi salah satu fokus pemulihan dan pengembangan bisnis teh.
Tidak ditemukan sumber primer yang cukup kuat untuk menetapkan secara pasti tahun pembangunan pertama Pabrik Arumsari. Karena itu, tahun pendirian tidak seharusnya dicantumkan sebagai fakta pasti.
Yang dapat dipastikan dari sumber yang tersedia adalah bahwa Arumsari merupakan pabrik pengolahan teh CTC dalam jaringan PTPN, berada di Afdeling Cibutarua yang merupakan bagian dari Kebun Sedep, dan masih tercatat sebagai fasilitas produksi teh.
Sejarah Arumsari pada akhirnya melengkapi cerita industri teh Pangalengan. Jika Sedep menjadi salah satu pabrik tua yang telah terdokumentasi sejak zaman kolonial, Arumsari menunjukkan bagaimana jaringan perkebunan tersebut berkembang dan menggunakan teknologi pengolahan berbeda untuk mempertahankan produksi teh hingga era modern.




















Tinggalkan Balasan