
KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebanyak 52 regu Pramuka Penggalang tingkat SD/MI negeri dan swasta mengikuti Lomba Tingkat II yang diselenggarakan Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pare di halaman Kantor Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengasah keterampilan kepramukaan, meningkatkan kekompakan, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan kemandirian kepada peserta didik.
Ketua pelaksana, Ginong, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut semula direncanakan berlangsung pada Agustus untuk memperingati Hari Pramuka.
Namun, pelaksanaannya harus diundur karena berbenturan dengan sejumlah agenda lain sehingga baru dapat terlaksana pada Oktober.
“Untuk tahun ini, kami mengadakan Lomba Tingkat II khusus Pramuka Penggalang tingkat SD. Pelaksanaannya kami undur dari Agustus karena berbenturan dengan kegiatan lain,” jelas Ginong.
Sebanyak 52 regu yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 32 regu putri dan 20 regu putra. Peserta berasal dari gugus depan masing-masing satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Pare.
Panitia menyiapkan empat cabang perlombaan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta tingkat sekolah dasar. Keempat cabang tersebut meliputi pionering, cerdas cermat, sandi, dan yel-yel.
Dalam lomba pionering, peserta menguji keterampilan dasar tali-temali.
Sementara itu, cabang cerdas cermat mengukur pengetahuan umum dan kepramukaan. Pada cabang sandi, peserta mengerjakan materi sandi kotak, sandi Morse, dan sandi semaphore.
Adapun lomba yel-yel menekankan kekompakan, kreativitas, serta kerja sama antarpeserta dalam satu regu.
Ginong mengatakan, panitia bekerja sama dengan pengurus Kwarran dan Dewan Kerja Ranting (DKR) untuk mempersiapkan kegiatan.
Meski menghadapi kendala dalam mengumpulkan panitia karena kesibukan masing-masing, persiapan tetap dilakukan secara bersama-sama hingga menjelang pelaksanaan.
Menurutnya, Lomba Tingkat II juga menjadi bagian dari agenda kepramukaan tingkat SD yang dilaksanakan secara bergantian setiap tahun. Pada tahun sebelumnya, Kwarran Pare menyelenggarakan Pesta Siaga, sedangkan tahun ini kegiatan difokuskan pada Pramuka Penggalang.
Pergantian tersebut menyesuaikan pembagian golongan Pramuka di tingkat sekolah dasar, yakni Siaga dan Penggalang. Melalui pola tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan kepramukaan sesuai golongan dan tahap perkembangannya.
Selain menjadi ajang pengembangan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana seleksi untuk menentukan regu yang berprestasi.
Panitia akan mengakumulasikan nilai dari setiap cabang perlombaan untuk menentukan juara putra, juara putri, serta juara umum berdasarkan pencapaian gugus depan.
Regu yang menunjukkan hasil terbaik nantinya akan dibina untuk mewakili Kwarran Kecamatan Pare dalam kegiatan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Kediri.
Ginong berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat peserta didik terhadap Pramuka yang dinilainya perlu terus diperkuat melalui pembinaan di setiap gugus depan.
Ia juga mendorong para pembina untuk lebih aktif mendampingi peserta didik agar kegiatan kepramukaan semakin menarik.
“Kami berharap anak-anak semakin mencintai Pramuka dan para pembina lebih aktif membina adik-adiknya di gugus depan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, mandiri, gotong royong, tanggung jawab, dan kerja sama.
Melalui kegiatan yang mengutamakan praktik langsung tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan nonakademik sekaligus membangun karakter positif yang mendukung proses pendidikan di sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.



















Tinggalkan Balasan