KEDIRI, Tandaglobal.news — Puluhan warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, memasang sejumlah spanduk sebagai bentuk protes atas dampak keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut.
Warga menuntut adanya kompensasi yang dinilai lebih layak, selain perbaikan pengelolaan sampah dan infrastruktur jalan.
Spanduk bernada protes terlihat terpasang di sejumlah titik di Desa Sekoto.
Salah satunya bertuliskan, “Desa kami telah dikorbankan, timpalkan”, sementara spanduk lain menyerukan agar lingkungan sekitar TPA diperhatikan.
Abdul Rozak, warga Desa Sekoto, mengatakan pemasangan spanduk tersebut merupakan inisiatif warga, khususnya masyarakat Dusun Genuk Matu.
Aspirasi itu muncul karena warga merasa telah puluhan tahun menanggung dampak keberadaan TPA.
“Keluhan pertama masalah polusi udara, limbah, air. Utamanya polusi udara dan kompensasi,” kata Rozak.
Menurut dia, selama ini kompensasi yang diterima warga hanya berupa beras.
Dalam dua tahun terakhir, warga disebut menerima sekitar 15 kilogram beras per tahun. Sebelumnya, jumlah tersebut bahkan hanya sekitar 5 kilogram.
Rozak menilai pemberian tersebut belum sebanding dengan dampak yang dirasakan masyarakat, mengingat TPA telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade.
“Sudah 30 tahun lebih. Kami mengusahakan kompensasi berupa uang, layaknya seperti yang ada di daerah lain,” ujarnya.




















Tinggalkan Balasan