KEDIRI, TandaGlobalNews–Tumpukan sampah di sungai dan lahan pertanian di perbatasan Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, dan Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, menjadi perhatian warga. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, keberadaan sampah juga menyulitkan aktivitas petani yang mengolah lahan di sekitar kawasan tersebut.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, Jumat (9/10/2026), sampah terlihat menumpuk di aliran sungai dan sejumlah bagian lahan pertanian. Jenis sampah yang ditemukan antara lain plastik dan popok sekali pakai.

Adi, warga di sekitar lokasi, mengatakan persoalan sampah tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai membutuhkan kesadaran bersama karena sampah diduga berasal dari berbagai aktivitas masyarakat.

“Intinya kembali pada kesadaran masyarakat masing-masing. Kadang orang membuang sampah tanpa diketahui, terutama ketika kondisi sepi,” katanya.

Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, ketersediaan tempat pembuangan sampah yang mudah dijangkau juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kebiasaan tersebut.

Sementara itu, Sugiono, seorang petani yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa sampah yang masuk ke lahan pertanian menambah kesulitan dalam mengolah tanah.

Menurut pengamatannya, sampah plastik yang bercampur dengan tanah membuat proses pencangkulan menjadi lebih lambat. Ia juga menilai keberadaan sampah tersebut mengganggu pertumbuhan tanaman sehingga lahan membutuhkan perhatian lebih dalam proses perawatannya.

“Tanaman tidak bisa tumbuh maksimal. Saat tanah dicangkul juga menjadi lebih sulit karena plastik tidak bisa menyatu dengan tanah,” jelas Sugiono.

Banyaknya sampah yang berada langsung di lahan pertanian membuat petani berupaya membersihkannya secara mandiri. Sugiono mengatakan sampah yang menumpuk terkadang dibakar karena jumlahnya cukup banyak dan mengganggu aktivitas pertanian.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan tambahan bagi petani yang sehari-hari harus mengolah tanah dan merawat tanaman. Sampah yang tertinggal di lahan perlu disingkirkan agar tidak terus menghambat kegiatan pertanian.

Di sisi lain, sampah yang menumpuk di aliran sungai juga menjadi perhatian warga, terutama karena kawasan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pertanian. Kebersihan aliran air dan lahan di sekitarnya dinilai penting untuk menjaga lingkungan tetap mendukung kegiatan masyarakat.

Adi berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai terus ditingkatkan. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

Senada dengan itu, Sugiono berharap ada upaya pembersihan secara berkelanjutan agar sampah tidak terus menumpuk di sungai maupun lahan pertanian. Kerja sama antara warga dan pihak terkait dinilai penting untuk menjaga kebersihan kawasan tersebut.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto