MAKASSAR, Tandaglobal.news — Penyerangan antarkelompok bermotor di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyebabkan seorang pemuda, Muh Akmal Makmur (24), meninggal dunia. Sementara itu, seorang rekannya, Muh Farel SM, mengalami luka parah. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.
Setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga wilayah Kabupaten Maros, polisi mengamankan 18 orang yang diduga berkaitan dengan penyerangan tersebut. Sebagian besar orang yang diamankan masih berstatus pelajar dan berada di bawah umur.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik mengatakan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Biringkanaya.
“Tadi pagi kita melakukan pengejaran terhadap pelaku oleh Resmob Polda Sulsel. Kemudian Jatanras Polrestabes Makassar bersama Opsnal Polsek Biringkanaya. Kita melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 18 orang,” kata Malik di Mapolsek Biringkanaya, Senin (5/10/2026).
Meski 18 orang telah diamankan, polisi belum menetapkan peran maupun pasal yang dikenakan kepada mereka.
Penyidik masih memeriksa keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.
“Untuk pasal yang akan dikenakan belum ada, karena kami masih mendalami peran masing-masing pelaku. Nanti kalau sudah lengkap pemeriksaan baru diketahui peran masing-masing,” ujar Malik.
Polisi juga masih memburu sekitar empat hingga lima orang lain yang diduga terlibat.
Mereka disebut memiliki peran berbeda, termasuk membawa senjata tajam, membawa busur, serta mengelola akun media sosial kelompok.
“Ya, yang bawa samurai, admin juga, kemudian yang bawa busur juga,” kata Malik.
Berdasarkan keterangan polisi, kejadian bermula ketika kelompok korban sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Biringkanaya.
Sekitar pukul 02.00 WITA, kelompok lain datang menggunakan sekitar 12 sepeda motor dan diduga membawa parang serta busur.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad menjelaskan, kelompok tersebut diduga hendak menyerang kelompok korban.
“Selanjutnya datang kelompok pelaku menggunakan kurang lebih 12 sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur yang diduga akan menyerang kelompok korban,” kata Jafar.
Kelompok korban kemudian melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut ke arah Kabupaten Maros.
Namun, pengejaran berubah menjadi petaka ketika dua sepeda motor yang ditumpangi Akmal dan Farel terlibat kecelakaan dengan kendaraan rekan mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19.
Kelompok yang sebelumnya dikejar kemudian berbalik arah.
Akmal dan Farel yang masih berada dalam kondisi pascakecelakaan diduga menjadi sasaran serangan menggunakan senjata tajam dan busur.
Akmal meninggal dunia di lokasi. Polisi menyebut korban mengalami luka terbuka di bagian belakang kepala yang diduga akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga menemukan anak panah yang tertancap di bagian kepala korban.
Sementara itu, Farel mengalami luka pada bagian kepala dan punggung dan masih menjalani perawatan.
Kapolsek Biringkanaya menyebut penyelidikan belum selesai.
Polisi masih mendalami motif serta hubungan kedua kelompok yang terlibat.
“Informasi sementara, karena kita masih mendalami dan menyelidiki karena belum tertangkap semuanya. Informasi sementara mereka berdua, dua kubu ini adalah geng motor,” jelas Malik.
Perbedaan jumlah orang yang diamankan sempat muncul dalam sejumlah laporan awal, mulai dari 19 hingga 20 orang.
Namun, keterangan terbaru dari Kapolsek Biringkanaya menyebut 18 orang telah diamankan, sementara sekitar empat hingga lima orang lainnya masih dalam pengejaran.
Kasus ini kini masih berada pada tahap penyelidikan.
Polisi perlu memastikan peran setiap orang yang diamankan sebelum menentukan status hukum dan pasal yang akan diterapkan.



















Tinggalkan Balasan