Kediri, TandaGlobalNews –Persoalan parkir menjadi salah satu keluhan yang disampaikan pedagang di Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Sistem parkir di pintu masuk dinilai berpotensi membuat sebagian pembeli enggan masuk ke area pasar dan memilih berbelanja di luar.

Salah satu pedagang, Marsiem (73), mengaku, muncul kekhawatiran di kalangan pedagang terkait penerapan sistem parkir yang dinilai dapat memengaruhi aktivitas jual beli. Bahkan, terdapat isu mengenai kemungkinan adanya biaya parkir yang juga dibebankan kepada pedagang.

Menurut Marsiem, keberadaan sistem pembayaran parkir di pintu masuk membuat sebagian masyarakat berpikir ulang untuk masuk ke pasar. Pembeli yang hanya ingin berbelanja sebentar dinilai cenderung memilih lokasi di luar area pasar yang dianggap lebih mudah diakses.

“Sekarang pembeli kadang sudah aras-arasen (malas) masuk pasar karena di pintu masuk harus bayar parkir. Akhirnya ada yang memilih beli di luar saja, padahal kalau masuk ke dalam pasar sebenarnya banyak pedagang,” katanya Selasa (8/9/2026).

Kondisi tersebut turut berdampak pada pedagang yang berada di bagian dalam pasar. Marsiem menyebut sebagian pembeli yang datang dengan kendaraan biasanya langsung menuju titik tertentu sesuai kebutuhan, misalnya ke kawasan pedagang ikan atau ayam.

Akibatnya, pembeli tidak banyak melewati blok-blok pertokoan yang berada di bagian depan maupun bagian dalam pasar. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat sejumlah toko semakin sepi.

Selain persoalan akses, pedagang juga menyoroti keluhan mengenai pembayaran karcis parkir. Pembeli yang harus keluar-masuk area pasar untuk beberapa keperluan belanja dapat merasa terbebani apabila kembali dikenakan biaya parkir.

“Kalau keluar masuk berkali-kali untuk belanja, pembeli juga bisa merasa keberatan kalau harus bayar parkir lagi. Kami berharap sistemnya jangan sampai membuat orang malas masuk pasar,” jelasnya.

Marsiem berharap pengelolaan parkir dapat ditata dengan tujuan untuk mempertimbangkan kenyamanan pembeli sekaligus keberlangsungan usaha pedagang yang berada di dalam pasar.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah keberadaan pedagang yang berjualan di luar area pasar. Ia berharap seluruh pedagang yang aktivitasnya berkaitan dengan kawasan pasar dapat ditata dan, bila memungkinkan, diarahkan masuk ke dalam area pasar.

Dengan demikian, aktivitas perdagangan dapat lebih terpusat dan persaingan antarpedagang diharapkan berlangsung secara lebih tertib.

“Kalau bisa pedagang yang jualan di luar juga ditata dan dimasukkan ke dalam pasar. Biar semuanya sama-sama tertib dan pedagang yang sudah menempati tempat di dalam tidak semakin sepi,” ungkapnya.

Pedagang berharap pengelola pasar dapat mencari pola parkir yang tetap memberikan kontribusi terhadap pengelolaan kawasan, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berbelanja di dalam pasar.

Bagi pedagang, ramainya kunjungan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Karena itu, kemudahan akses, penataan pedagang, serta sistem parkir yang tidak memberatkan pembeli dinilai perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Pasar Setono Betek.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto