
KEDIRI, Tandaglobal.news — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Kediri, Selasa (20/10/2026). Tingginya permintaan masyarakat membuat antrean di beberapa lokasi memanjang hingga ke jalan, sementara kondisi pasokan BBM berbeda di setiap SPBU.
Di SPBU Biro, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, antrean kendaraan terlihat padat sejak pagi. Mayoritas pengendara yang mengantre hendak mengisi Pertalite.
Dalam beberapa hari sebelumnya, SPBU tersebut juga sempat mengalami kekosongan stok, meski hanya berlangsung singkat.
Dedy, karyawan SPBU Biro, mengatakan antrean panjang menjadi salah satu kondisi yang dihadapi petugas saat melayani pembelian BBM.
Untuk mengantisipasi kekosongan, pihaknya melaporkan kondisi persediaan ketika stok mulai menipis.
“Beberapa hari kemarin sempat kehabisan, tetapi tidak lama. Kalau stok mulai menipis, kami selalu melaporkan untuk meminta pengisian kembali,” ujar Dedy.
Menurutnya, tingginya permintaan Pertalite terlihat dari antrean kendaraan yang memanjang hingga ke jalan.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan persediaan perlu terus diperhatikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kelancaran distribusi.
Keterlambatan pengiriman dari depo dapat memengaruhi waktu pengisian ulang stok SPBU. Namun, belum dapat dipastikan apakah faktor tersebut menjadi penyebab utama antrean di SPBU Biro maupun lokasi lainnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di SPBU Singonegaran, Kota Kediri.
Berdasarkan data stok yang ditunjukkan pihak SPBU, total persediaan BBM tercatat mencapai 92.661 liter atau sekitar 92,66 kiloliter.
Supervisor SPBU Singonegaran, Faishal, mengatakan ketersediaan BBM di lokasi tersebut masih lancar.
Pengiriman pasokan sejauh ini mampu memenuhi kebutuhan sehingga SPBU tidak mengalami kekosongan stok.
“Untuk stok di sini masih aman dan pengiriman berjalan lancar. Kami melakukan permintaan pengisian setiap hari dengan menyesuaikan kapasitas ruang penyimpanan yang tersedia,” jelas Faishal.
Berdasarkan data tersebut, persediaan BBM terdiri atas Pertalite 1 sebanyak 10.036 liter, Pertalite 2 sebanyak 22.495 liter, Pertamax 20.738 liter, Pertamina Dex 6.610 liter, Pertamax Turbo 11.801 liter, serta Biosolar 20.981 liter.
Meski stok tersedia, Faishal menyebut antrean kendaraan di SPBU Singonegaran berubah sesuai waktu.
Kondisi cenderung lebih lengang pada siang hari, sedangkan jumlah kendaraan biasanya meningkat pada pagi, sore, hingga malam hari.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman terkadang terjadi ketika pasokan dari depo tidak datang sesuai jadwal.
Karena itu, pihak SPBU melakukan pemesanan ulang dengan mempertimbangkan kapasitas penyimpanan dan kondisi stok agar persediaan tetap terjaga.
Perbedaan kondisi di kedua SPBU tersebut menunjukkan bahwa antrean dan ketersediaan BBM perlu dilihat berdasarkan situasi masing-masing lokasi.
Tingginya permintaan, pola kedatangan konsumen, serta ketepatan distribusi menjadi sejumlah aspek yang perlu dipantau untuk menjaga kelancaran pelayanan.
Pihak SPBU berharap pasokan BBM tetap lancar sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar tanpa harus menghadapi antrean panjang maupun kekhawatiran terhadap ketersediaan stok.



















Tinggalkan Balasan