JAKARTA, Tandaglobal.news — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua dalam survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mengenai pejabat negara dengan kinerja terbaik. Teddy memperoleh 14,5 persen, berada di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meraih 15,4 persen.

Mengutip ANTARA, Minggu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menempati posisi ketiga dengan perolehan 6 persen.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan hasil survei tersebut dalam survei nasional bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” pada Minggu.

Penilaian positif terhadap Amran banyak dikaitkan dengan upayanya mewujudkan swasembada pangan. Sebanyak 29,6 persen responden yang memberikan penilaian positif menyebut faktor tersebut sebagai alasannya.

Selain itu, sebanyak 17,6 persen responden menilai kinerja Amran berkaitan dengan ketersediaan pupuk yang murah dan berlimpah. Sementara itu, 9,7 persen responden menyatakan kinerjanya terlihat.

Adapun penilaian positif terhadap Teddy terutama berkaitan dengan citranya sebagai pejabat yang tidak banyak berbicara, tetapi dinilai bekerja secara nyata. Alasan tersebut disampaikan oleh 19,6 persen responden yang memberikan penilaian positif terhadapnya.

Penampilan juga menjadi salah satu faktor dalam penilaian terhadap Teddy. Sebanyak 15,6 persen responden menyebut penampilannya yang dianggap tampan dan gagah. Sementara itu, 11,9 persen lainnya menilai Teddy mampu mengomunikasikan program pemerintah.

Sementara itu, penilaian positif terhadap Erick Thohir antara lain dikaitkan dengan persepsi mengenai perkembangan tim nasional. Sebanyak 15,6 persen responden yang menilai positif kinerjanya menyebut tim nasional semakin baik sebagai alasan penilaian mereka.

Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka.

PPI menggunakan metode multistage random sampling dalam menentukan sampel. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,83 persen.

Hasil survei ini menggambarkan persepsi responden terhadap kinerja sejumlah pejabat negara selama survei berlangsung. Persentase tersebut mencerminkan pilihan responden terhadap pejabat yang dianggap berkinerja baik, bukan ukuran tunggal untuk menilai keseluruhan kinerja setiap kementerian atau lembaga.