Bambang menyebutkan, berdasarkan penjelasan dari server pusat, gangguan terjadi karena server tidak dapat menyediakan data untuk menampilkan soal ujian. Padahal, fasilitas di sekolah dinilai aman dan tidak mengalami kendala.
Sekolah telah menyediakan bandwidth sebesar 1 Gbps yang diarahkan ke tiga laboratorium komputer. Selain itu, sekolah menggunakan empat ruang laboratorium dengan kapasitas sekitar 75 siswa per sesi.
Penanganan sempat dilakukan dengan menunda ujian selama satu jam. Namun, ketika sesi kedua kembali dijalankan, gangguan layar putih masih terjadi.
Bambang menyebut beberapa peserta sempat menyelesaikan ujian, tetapi pengerjaannya tidak maksimal akibat gangguan tersebut. Pihak sekolah juga mengajukan agar peserta sesi pertama mengulang ujian atau mengikuti ujian susulan secara keseluruhan.
Memasuki sesi kedua dan ketiga, pelaksanaan TKA dilaporkan mulai berjalan normal dan lancar di seluruh sekolah. Menurut Bambang, gangguan pada hari itu terjadi secara merata, sedangkan pelaksanaan pada hari-hari sebelumnya berlangsung aman tanpa kendala berarti.
Dampak gangguan juga dirasakan Angga, salah satu peserta TKA. Kendala pada tampilan soal dan proses masuk kembali ke aplikasi menghambat pengerjaan serta mengganggu konsentrasi peserta selama ujian.
“Gangguan tadi cukup mengganggu karena kami harus menunggu soal muncul dan beberapa kali masuk kembali ke aplikasi. Akibatnya, waktu mengerjakan terasa terganggu dan kami berharap pelaksanaan berikutnya bisa berjalan lebih lancar,” ujar Angga.
Di luar persiapan akademik dan teknis, SMA Dharma Wanita 1 Pare juga memberikan pendampingan psikologis kepada siswa melalui wali kelas, guru bimbingan konseling (BK), serta pengasuh asrama. Pendekatan kekeluargaan dilakukan agar siswa dapat menyampaikan kendala dan mengelola kecemasan selama menghadapi ujian.
Riris menambahkan, hasil TKA dapat digunakan untuk melihat capaian akademik siswa selama enam semester sekaligus menjadi bahan evaluasi persiapan menuju perguruan tinggi. Apabila masih terdapat kekurangan, siswa dapat memperkuat persiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Sekolah berharap hasil TKA semakin baik. Sementara itu, kendala teknis yang muncul menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya dapat berjalan lebih optimal.


















Tinggalkan Balasan