KEDIRI, Tandaglobal.news — Satlantas Polres Kediri memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa MI Nabatul Ulum, Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wicaksana Polres Kediri tersebut dikemas secara interaktif agar materi mudah dipahami para siswa.

Petugas tidak hanya menjelaskan aturan berlalu lintas, tetapi juga mengenalkan berbagai rambu menggunakan alat peraga.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Fauzan Zikra, S.T.K., S.I.K., mengatakan pengenalan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib di jalan.

Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai rambu dan tata tertib lalu lintas agar mampu mengenali situasi yang aman ketika berada di jalan.

“Keselamatan berlalu lintas perlu dikenalkan sejak dini. Anak-anak harus memahami rambu-rambu lalu lintas dan mengetahui bagaimana bersikap yang aman ketika berada di jalan,” kata AKP Fauzan.

Dalam edukasi tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai berbagai jenis rambu lalu lintas, tata tertib di jalan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan.

Agar kegiatan tidak terasa seperti pembelajaran formal, petugas menggunakan metode bercerita dengan memanfaatkan alat peraga rambu lalu lintas.

Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah mengikuti materi sekaligus memahami fungsi setiap rambu yang diperkenalkan.

“Edukasi keselamatan berlalu lintas ini kami lakukan dengan metode sambil bercerita melalui alat peraga rambu-rambu lalu lintas sehingga dapat mudah dipahami oleh para pelajar,” ujar Fauzan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif.

Para siswa terlihat antusias menyimak penjelasan petugas dan mengikuti sesi interaksi selama edukasi berlangsung.

Satlantas Polres Kediri berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika berjalan kaki, bersepeda maupun saat dibonceng orang tua menggunakan sepeda motor.

Lebih jauh, edukasi tersebut diharapkan dapat ikut membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga.

Anak-anak juga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi orang-orang di sekitarnya agar tidak mengabaikan keselamatan saat berada di jalan.

“Harapannya, anak-anak dapat menjadi generasi yang memahami pentingnya keselamatan dan tertib berlalu lintas. Mereka juga bisa mengingatkan keluarga maupun orang di sekitarnya untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” pungkas Fauzan.