JAKARTA, Tandaglobal.news — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Rupiah berada di level Rp18.135 per dolar AS, turun 55 poin di tengah dinamika pasar keuangan.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan bank sentral terus memantau perkembangan nilai tukar dan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menghadiri acara Danantara TIIF 2026.
Destry menjelaskan, pergerakan rupiah dipengaruhi dinamika permintaan dan penawaran (supply and demand) di pasar keuangan. Menurutnya, volatilitas yang terjadi masih merupakan gejolak pasar yang biasa.
Bank Indonesia belum menyatakan adanya perubahan strategi intervensi dalam menghadapi pergerakan nilai tukar tersebut. Bank sentral tetap mencermati perkembangan pasar sekaligus mendalami faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah.
Pemantauan tersebut dilakukan di tengah pergerakan mata uang yang dipengaruhi berbagai dinamika pasar finansial. Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian BI dalam menentukan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski demikian, pelemahan rupiah ke level Rp18.135 per dolar AS menjadi perkembangan yang perlu dicermati, terutama terkait dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan transaksi yang melibatkan mata uang asing.







Tinggalkan Balasan