KEDIRI, TandaGlobalNews – Cara unik dilakukan Polres Kediri Kota untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan moral kepada generasi muda. Melalui pertunjukan Wayang Cangkrukan, polisi mengajak warga berdialog santai hingga menyampaikan aspirasi.
Kegiatan yang dikemas secara santai dan edukatif tersebut digelar di Kopag Space, Kota Kediri, Selasa (27/10/2026) malam, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Berbeda dengan pertunjukan wayang pada umumnya, kegiatan ini tidak sekadar menyuguhkan hiburan. Wayang Cangkrukan menjadi ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan positif sekaligus menampung berbagai keluhan, masukan, dan aspirasi warga.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono bertindak sebagai dalang dalam pertunjukan tersebut. Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan jalannya pertunjukan. Suasana yang cair juga memberi kesempatan kepada warga untuk berinteraksi langsung dengan jajaran kepolisian.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi program Polri yang mengedepankan kebersamaan dengan masyarakat, sebagaimana dicanangkan Kapolri.
Menurutnya, kehadiran polisi bersama para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kota Kediri dan Kodim, menjadi upaya untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.
“Di sini kita menunjukkan bahwa Polri bersama stakeholder, Pemkot dan Kodim, bersama-sama turun bertemu masyarakat, menerima keluh kesah, masukan, dan segala macam bentuk informasi yang diberikan masyarakat,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan Wayang Cangkrukan Waton Sae.
AKBP Kresno menyampaikan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diupayakan untuk ditampung dan difasilitasi sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing pihak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin kolaborasi dengan kepolisian. Peran aktif warga, terutama dalam memberikan informasi, dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami memerlukan bantuan dari masyarakat dalam memberikan informasi, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Kediri,” tegasnya.

Sementara itu, Kompol Bowo Wicaksono menuturkan, pemilihan lakon dalam Wayang Cangkrukan kali ini disesuaikan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Pesan yang diangkat menekankan pentingnya generasi muda untuk lebih mengutamakan karya daripada sekadar penampilan.
Melalui pertunjukan tersebut, para pemuda diajak untuk tidak hanya pandai mengeluh atau sibuk menunjukkan gaya hidup, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
“Kami mengambil lakon yang mudah, yang berkarya bukan yang banyak gaya. Pesan yang dimaksud, sebagai pemuda kita harus banyak-banyak berkarya dan tidak banyak-banyak gaya,” paparnya.
Pesan moral itu diharapkan dapat menggugah generasi muda agar lebih produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan diri sebagai generasi penerus Indonesia. Selain menyampaikan pesan kebangsaan, Wayang Cangkrukan juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi Operasi Patuh Semeru. Masyarakat diingatkan untuk senantiasa tertib berlalu lintas, mematuhi peraturan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Kapolsek Kediri Kota menambahkan, pendekatan melalui seni dan budaya dipilih agar pesan kepolisian dapat diterima masyarakat dengan cara yang lebih ringan dan tidak membosankan.
Bowo menilai, suasana santai dan rileks dalam kegiatan cangkrukan memungkinkan masyarakat untuk lebih terbuka dalam menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Kami berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan situasi Kota Kediri yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.
Editor: Rizky Rusdiyanto


















Tinggalkan Balasan