
KEDIRI, Tandaglobal.news — Berada di wilayah pinggiran Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tidak menghalangi SD Negeri Puncu 4 untuk terus mengembangkan potensi siswa. Sekolah yang berlokasi di Dusun Laharpang, Desa Puncu, tersebut mencatat sejumlah prestasi sepanjang 2026, mulai dari lomba baris-berbaris, bercerita, voli, mendongeng, hingga meraih juara kedua Lomba Cerdas Cermat (LCC) Wawasan Kebangsaan tingkat Kabupaten Kediri.
Kepala SDN Puncu 4, Dian Ariandy, menjelaskan bahwa sekolah memiliki 86 siswa dengan jumlah peserta didik di setiap kelas yang relatif terbatas.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika sekolah harus mempersiapkan perwakilan untuk mengikuti berbagai perlombaan.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya mengoptimalkan kemampuan setiap siswa. Dalam beberapa perlombaan, guru menyesuaikan pembinaan dengan jumlah siswa yang tersedia.
Bahkan, untuk kegiatan baris-berbaris, peserta dapat melibatkan siswa kelas III hingga kelas VI.
Dian mengatakan, sekolah tidak ingin kondisi geografis menjadi alasan bagi siswa untuk tertinggal dalam pencapaian prestasi.
Guru terus mendorong siswa agar memiliki kepercayaan diri dan berani bersaing dengan peserta dari sekolah lain di Kabupaten Kediri.
Upaya tersebut juga didukung kedisiplinan guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran.
Para guru secara rutin mengikuti komunitas belajar untuk bertukar pikiran dan berbagi praktik baik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
“Bagaimanapun, kami terus berusaha agar sekolah ini bisa lebih maju. Anak-anak harus percaya diri dan tidak merasa minder hanya karena berada di wilayah pinggiran,” ungkap Dian, Rabu (28/10/2026).
Selain pembelajaran di kelas, sekolah menerapkan pembiasaan positif sejak pagi hari.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.55 WIB dengan berbagai aktivitas, termasuk pembiasaan keagamaan dan olahraga, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Sekolah juga berupaya memberikan layanan pendidikan yang inklusif.
Meskipun mayoritas siswa beragama Islam, terdapat tiga siswa non-Islam yang tetap mendapatkan pendampingan pendidikan agama melalui guru sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dari sisi fasilitas, SDN Puncu 4 memiliki sejumlah sarana penunjang pembelajaran, seperti ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, laboratorium komputer, musala, dan toilet.
Laboratorium komputer tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Selain itu, SDN Puncu 4 memperoleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sekolah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pihak sekolah berharap pengembangan fasilitas dapat terus dilakukan untuk menunjang kebutuhan pembelajaran.
Guru sekaligus pembina SDN Puncu 4, Septian Trio Pareangga, mengatakan pembinaan prestasi dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan dan potensi siswa.
Dalam persiapan LCC Wawasan Kebangsaan, misalnya, siswa mendapatkan materi berdasarkan kisi-kisi perlombaan, kemudian menjalani latihan soal secara intensif selama sekitar satu minggu.
Keterbatasan waktu tidak menyurutkan upaya guru dalam mendampingi siswa.
Pembinaan dilakukan pada malam hari setelah kegiatan lain selesai, sehingga siswa tetap memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti kompetisi.
Hasilnya, perwakilan Kecamatan Puncu yang terdiri dari siswa SDN Puncu 4 dan SDN Gadungan 4 berhasil meraih juara kedua LCC Wawasan Kebangsaan jenjang SD tingkat Kabupaten Kediri.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang menunjukkan hasil pembinaan dan kerja sama antara guru, siswa, serta orang tua.
Septian berharap prestasi yang diraih tidak membuat siswa dan pihak sekolah cepat berpuas diri.
Menurutnya, keberhasilan tersebut perlu menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Jangan sampai prestasi yang diperoleh membuat kita jemawa. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ke depan, SDN Puncu 4 berupaya memperkuat pembinaan siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan sarana pendukung.
Pihak sekolah berharap semakin banyak siswa yang berani menunjukkan kemampuan serta meraih prestasi, sehingga kondisi geografis tidak menjadi penghalang untuk berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih luas.


















Tinggalkan Balasan